::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Marak Kekerasan Bernuansa Agama, NU Jatim: Masyarakat Jangan Terprovokasi

Senin, 19 Februari 2018 20:45 Nasional

Bagikan

Marak Kekerasan Bernuansa Agama, NU Jatim: Masyarakat Jangan Terprovokasi
Kiai Mutawakkil memberi penjelasan kepada wartawan
Surabaya, NU Online
Serangkaian peristiwa terkait keagamaan kerap terjadi. Setelah penganiayaan ulama, penyerangan tempat ibadah di beberapa tempat oleh orang tak dikenal, kini kejadian mulai bergerak di Jawa Timur, seperti di Tuban maupun Lamongan.

Sehubungan dengan masih terjadinya tindak kekerasan atas tokoh agama dan rumah ibadat tersebut, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH M Hasan Mutawakkil Alallah mendesak agar kepolisian bersungguh-sungguh mengusut tuntas siapa dan apa di balik semua insiden penyerangan berantai tersebut.

“Apakah ini kriminal murni atau ada gerakan by design atas semua peristiwa yang terjadi belakangan ini,” kata Kiai Mutawakkil, Senin (19/2). Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo tersebut menyerahkan permasalahan ini kepada aparat kepolisian sebagai pemegang otoritas keamanan dan ketertiban masyarakat. 

“Sebagai umat beragama di tengah banyaknya informasi dan opini yang berseliweran terutama di media sosial, hendaknya kembali pada tuntunan agama untuk senantiasa melakukan klarifikasi atau tabayyun,” ujar kiai murah senyum ini.

Pada saat yang sama, Kiai Mutawakkil meminta masyarakat dan nahdliyyin tetap tenang, waspada, jangan terprovokasi, serta tidak perlu mengambil tindakan sendiri yang malah menimbulkan keresahan dan merusak harmoni kehidupan sosial di Jatim yang sudah berjalan baik.

Bagaimanapun juga, polisi dan NU mempunyai visi dan tujuan sama yaitu, menciptakan rasa aman, ketertiban, dan harmonis di tengah masyarakat dalam membingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila. “Ini demi terwujudnya cita-cita nasional dari para pendiri bangsa yakni terciptanya masyarakat yang adil, makmur, sentosa, selalu dalam lindungan dan mendapatkan rahmat Allah," ujarnya.

Di akhir penjelasannya, Kiai Mutawakkil mengajak menjaga lingkungan sekitar. “Hindari saling menebar kebencian, adu domba dan fitnah antar golongan atau antar umat beragama yang justru merusak sendi kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara, terutama di tahun politik 2018 dan 2019,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi)