::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mitos Pernikahan Seorang Gatot

Sabtu, 24 Februari 2018 19:30 Humor

Bagikan

Mitos Pernikahan Seorang Gatot
Ilustrasi humor (ist).
Pemuda desa itu bernama Gatot, anak pertama di keluarganya. Ia sedang mencari pasangan hidup karena merasa sudah berumur.

Namun, hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Gatot belum juga berhasil menikahi seorang perempuan. Proses perjodohannya selalu gagal.

Tercatat sudah tiga kali ia merencanakan pernikahan. Perempuan yang pertama gagal dinikahi karena ibu si perempuan menganut tradisi lusan

Ia tidak menginginkan anak perempuannya yang merupakan anak ketiga di keluarganya itu menikah dengan anak pertama. Menurut keyakinan lusan, bakal datang musibah jika terjadi pernikahan.

Perempuan yang kedua, juga terjadi kegagalan karena hal sepele dan langka. Ternyata janur kuning sebagai simbol adanya pernikahan tak bisa melengkung. Menurut keyakinan mereka, ini pertanda tidak baik.

Sedangkan perempuan yang ketiga juga mengalami hal serupa, yakni kegagalan menikah. Alasannya cukup mencengangkan.

Gatot yang memperkenalkan diri sebagai Abraham (nama lengkapnya memang Gatot Abraham) tanpa menjelaskan nama depannya membuat si perempuan tetiba menolak. 

Belakangan karena keluarga si perempuan mengetahui nama lengkap Abraham adalah Gatot Abraham. Menurut keluarga si perempuan, Gatot punya kepanjangan gagal total. Ini menurut mereka adalah pantangan.

Gatot merasa frustrasi, galau tak bisa dihalau. Ia dan keluarga sowan ke rumah Kiai Fadholi meminta nasihat dan wejangan. Gatot menceritakan sederet kisah perjodohannya.

“Dari sekian kegagalan, itu sejurus dengan kepanjangan namamu, gagal total, Gatot,” tutur Kiai Fadholi kalem tak serius.

“Lalu, apa yang harus saya lakukan, Kiai?” ucap Gatot merengek serius.

“Ganti namamu jadi Zuber,” jawab Kiai Fadholi singkat.

“Artinya?” Gatot penasaran.

“Zukses Besar,” seloroh Kiai Fadholi. (Fathoni)