::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Bahasa Indonesia Digunakan dalam Khotbah di Masjidil Haram

Selasa, 27 Februari 2018 19:35 Internasional

Bagikan

Bahasa Indonesia Digunakan dalam Khotbah di Masjidil Haram
Masjidil Haram. (Foto: shiraaz.co)
Mekkah, NU Online
Presiden Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Abdur-Rahman As-Sudais, mengatakan bahasa Indonesia digunakan dalam kitab khotbah di Masjidil Haram atau masjid suci Haramain.

Ia mengungkap alasan digunakannya bahasa Indonesia di Masjidil Haram.

"Bahasa Anda sangat penting di dunia ini, dan inilah tugas kami untuk menggunakannya dalam rangka mengirim pesan khotbah di Haramain ke umat," kata Syekh As-Sudais di Mekkah, Senin (25/2) dikutip dari Antara.

Syekh As-Sudais menambahkan, bahasa Indonesia termasuk bahasa yang digunakan dalam khotbah.

Menurutnya, Masjidil Haram menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana menyebarkan pesan Nabi Muhammad SAW yang bersifat universal.

Keputusan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah Arab Saudi menyosialisasikan pelaksanaan visi Arab Saudi 2030.

Syekh As-Sudais sadar, bahasa merupakan sarana penting menyampaikan kepada masyarakat, baik nasional maupun internasional.

"Ini adalah era media, dan oleh karena itu kita bergandengan tangan, terutama melalui media digital," kata As-Sudais kepada tiga wartawan senior Indonesia dari kantor berita Antara, The Jakarta Post, dan Republika.

Pria kelahiran Riyadh 58 tahun lalu itu mengatakan, dirinya memiliki sebuah situs dan akun media sosial yang mampu menerjemahkan bahasa Arab ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Selain itu, ia juga meminta kepada tiga wartawan asal Indonesia tersebut agar perusahaan mereka bekerja mau menandatangani nota kesepahaman tentang penyampaian pesan Raja Salman untuk menangani jemaah haji. (Red: Fathoni)