::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Respons Hadratussyekh Hasyim Asy’ari Saat ‘Dipancing’ agar Marah

Sabtu, 03 Maret 2018 23:45 Nasional

Bagikan

Respons Hadratussyekh Hasyim Asy’ari Saat ‘Dipancing’ agar Marah
Tangerang Selatan, NU Online
Penulis sejarah Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, Sayyid Muhammad Asad Syihab, mengaku terkesima saat pertama kali bertemu dengan Hadratussyekh di Pesantren Tebuireng Jombang. Sayyid Asad disambut langsung Hadratussyekh dengan wajah yang berseri-seri dan percakapan yang menunjukkan luhurnya akhlaknya. 

“Itulah saat-saat ketika saya (Sayyid Asad) melihat dan bertemu langsung dengan Mbah Hasyim,” kata Direktur Islam Nusantara Center (INC) A Ginanjar Sya’ban menirukan Sayyid Asad saat kajian di Sekretariat INC Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (3/3).

Menurut Ginanjar, pada kesempatan tersebut Sayyid Asad sengaja memancing dan memprovokasi Hadratussyekh agar marah, yakni dengan mendebat dan menentang apa yang disampaikan Hadratussyekh.  

“Agar saya (Sayyid Asad) bisa mengukur sejauh mana ukuran lemah lembutnya, dan stabilitas beliau, dan sejauh mana pandangan beliau, dan kedalaman berpikir hadratussyekh,” katanya.

Alumni Universitas Al Azhar Kairo ini mengungkapkan, Sayyid Asad terpukau dengan respon Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Dalam menanggapi Sayyid Asad tersebut, Hadratussyekh nampak begitu tenang, tidak emosional, dan tidak terpengaruh dengan pertentangan yang berlangsung. 

Bahkan, Hadratussyekh selalu mendengarkan apa yang diucapan Sayyid Asad sampai ia selesai berbicara. Baru kemudian, Hadratussyekh meresponnya dengan memaparkan beberapa argumen yang sebetulnya berasal dari kata-kata Sayyid Asad sendiri.

“Saya (Sayyid Asad) tidak merasakan Mbah Hasyim memaksakan pendapat beliau. Kata-kata beliau agar saya terima, tetapi Mbah Hasyim senantiasa mengajak saya berpikir dengan akal sehat,” ucapnya.  

Sayyid Asad, tambah Ginanjar, merupakan orang yang sering bertemu dengan ulama dan memancingnya agar marah. Berbeda dengan Hadratussyekh, Sayyid Asad berhasil memancing kemarahan ulama yang ditemui sebelumnya. 

“Kecuali Mbah Hasyim Asy’ari. Sifat-sifat ini tidak didapatkan kecuali pada sosok Hadratussyekh Hasyim Asy’ari,” terangnya. 

Ginanjar menambahkan, salah seorang ulama Al Azhar Kairo yang juga sahabat Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, Syekh Rabbah Hasunah, juga menilai bahwa Hadratussyekh adalah seorang yang lembut saat berbicara, tidak pernah marah, murah senyum, dan wajahnya selalu berseri-seri meskipun ketika berada dalam situasi yang buruk. (Muchlishon Rochmat)