NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

HARI MUSIK NASIONAL

Al-Farabi Bermain Musik, Pendengarnya Tertawa, Menangis, Tertidur

Jumat, 09 Maret 2018 04:00 Nasional

Bagikan

Al-Farabi Bermain Musik, Pendengarnya Tertawa, Menangis, Tertidur
ilustrasi: sejuknyapagi.wordpress.com
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, seorang tokoh Islam yang terkenal dalam bermain musik, menciptakan alat musik, dan bernyanyi, adalah Abu Nasr Al-Farabi (870 M-950 M). Sebagai seorang yang memahami seluk-beluknya, Al-Farabi menulis buku tebal Al-Musiqa Kubra.

“Beliau suatu ketika menemukan alat musik yaitu al-qonun. Al-qonun itu perkembangannya yang sekarang jadi organ itu. Al-qonun itulah masih dipakai di Mesir ketika Umu Kultsum, masa lalu, sekarang sudah tidak ada,” katanya. 

Biasanya, kata dia, yang memimpin sebuah grup musik itu, pasti seseorang yang terampil bermain qonun. 

Suatu ketika Al-Farabi diundang pada sebuah jamuan makan malam oleh Gubernur Saifud Daulah di Damaskus. Setalah makan-makan, disuguhi hiburan penampilan sebuah grup musik dan nyanyian. 

“Kata Al-Farabi, ‘ah, nyanyinya enggak enak itu. Musik gambusnya juga enggak nyambung’. Si Saifud Daulah, Gubernur, kaget. ‘Apa Syekh negerti, bisa musik?’ ‘Saya coba’. Maka gambusnya diambil oleh Al-Farabi, distel, beliau nyanyi,” ceritanya. 

Menurut Kiai Said, ketika Al-Farabi bermain musik dan bernyanyi, semua yang hadir pada jamuan makan malam itu tertawa karena lagunya jenaka. 

“Istirahat, minum-minum air putih atau teh, bukan minum khamr yang memabukan, bukan, makan-makan buah. Nyanyi lagi yang kedua,” lanjutnya.

Ketika Al-Farabi bernyanyi lagi, semua yang hadir pada jamuan makan malam itu diliputi kesedihan, kenestapaan yang tiada taranya. Mereka serentak menangis sejadi-jadinya.

“Orang-orang sedih, menangis, hatta gubernurnya,” kata Kiai Said. 

Kemudian seperti semula, istirahat terlebih dahulu menikmati makanan dan minuman yang tersaji. Ketika Al-Farabi bermain musik dan bernyanyi lagi, semua orang yang ada di jamuan itu tertidur.

“Gubernurnya pun tidur seketika. Beliau pulang, penjaga pintu pun tidur. Itu pengaruh musiknya Abu Nasr Al-Farabi. Ini apa mustahil? Tidak!”

Menurut Kiai Said, keistimewaan yang mirip seperti itu, dimiliki Nabi Dawud yang dikisahkan di di dalam Al-Qur’an. Suara Nabi Dawud, kalau membaca kita Zabur, besi pun bisa lunak, genteng-genteng pun berjatuhan. 

“Nabi Dawud itu suaranya indah banget,” katanya.

Tanggal 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional sejak 2013. Di tanggal itu merupakan hari kelahiran pengarang lagu kebangsaan Indonesia Raya, WR Supratman. (Abdullah Alawi)