::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

LAZISNU Loteng Bergerak di Titik Terparah Banjir Dompu

Sabtu, 10 Maret 2018 17:00 Daerah

Bagikan

LAZISNU Loteng Bergerak di Titik Terparah Banjir Dompu
Dompu, NU Online
Sesampai di Dompu pada Jumat (9/3) malam,  Tim LAZISNU Lombok Tengah langsung menuju titik terparah banjir Dompu di Dusun Magenda, Kelurahan Potu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, (10/3) hari ini. 

Pimpinan Rombongan LAZISNU Loteng, M Nabhani menjelaskan, ia dan tim langsung turun dan melakukan koordinasi dengan tim relawan lainnya.

Dikatan Nabhani, kondisi Dusun Magenda secara keseluruhan sangat parah. Tak kurang dari 324 Kepala Keluarga (KK) terdampak. 

"Untuk saat ini, lebih dari 1.500-an warga butuh bantuan. Kondisi rumah mereka rata-rata rusak. Yang rusak sangat parah baru kami temukan 5 rumah. Untuk sementara mereka mengungsi ke rumah warga yang lain," ungkap Nabhani.

Bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Dompu yang juga datang mengunjungi lokasi, Nabhani mengatakan untuk bantuan makanan cukup banyak. Selain dari Lazisnu Loteng, warga juga mendapat bantuan dari beberapa pihak.

"Makanan insyaallah mencukupi, hanya saja kekurangan alat masak. Selain makanan, mereka juga butuhkan selimut, pakaian bekas," jelasnya. 

TPQ juara MTQ turut hanyut terbawa banjir
Muslim, salah seorang marbot sekaligus pimpinan Majelis Taklim dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Syech Abdul Ghani mengharap bantuan Pemda dan masyarakat untuk bisa membangun TPQ-nya kembali setelah hancur lebur dihantam banjir Senin (5/3) lalu.

Laki-laki yang asli Bodak Montong Terep ini mengatakan, bangunan rumah dan TPQ hancur tak tersisa dan hanyut dibawa banjir bandang.

"Rumah dan TPQ beserta isinya tak ada yang selamat. Sekarang saya, istri dan anak-anak tinggal dirumah warga," kata Muslim.

Muslim membina 52 santri. Satu diantaranya, Muhammad Irfan Fadhila, tahun lalu berhasil meraih Huara 1 MTQ tingkat Kabupaten Dompu.  

"Kami mengetuk hati semua orang untuk membangun TPQ ini kembali. Yang kami butuhkan, bangunan, pakaian bekas dan Al-Qur'an," tambah Muslim. (Hadi/Kendi Setiawan)