NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Zarkasyi Rawalini dan Aroma Durian

Kamis, 15 Maret 2018 03:00 Hikmah

Bagikan

Kiai Zarkasyi Rawalini dan Aroma Durian
Ada satu keanehan Kiai Zarkasyi Rawalini setelah meninggal. Aroma buah durian kadang tercium beberapa saat setelah kepergiannya.

Sebagaimana yang kita tahu, durian selain enak rasanya, harum baunya, dan mempunyai khasiat yang banyak, meski memiliki efek samping yang tidak dapat disepelekan, seperti kolesterol yang tinggi dan penyebab diabetes.

Semasa hidupnya, Kiai Zarkasyi sangat menginginkan memakan durian. Karena faktor usia yang tua, sehingga ia pun menahan diri. Tak mau ambil risiko. Akhirnya sampai akhir hayat pun tidak sempat mencicipi buah itu.

KH Uci Turtusi Pasar Kemis, Kiai Unari, Kiai Syahruwardi datang berta’ziyah untuk Kiai Zarkasyi. Tiba-tiba saja Ki Uci mencium bau durian. Ia pun bertanya kepada orang di sekitar area pekuburan.

“Saha ieu nu ngakan kadu? (siapa ini yang makan durian),” tanyanya. 

Orang-orang sekitar pun merasakan juga apa yang dicium oleh Kiai Uci. Padahal ketika itu bukan musim durian. Mereka langsung mencari kemana-mana tentang bau durian tersebut karena barangkali ada seseorang yang memakannya. Namun tak seorang pun ditemukan. Pencarian pun berakhir nihil karena memang tidak ada yang memakan buah durian di sekitaran area itu.

Peristiwa bau durian itu dialami juga keluarga Kiai Zarkasyi. Suatu hari ada salah satu anggota keluarga di rumah yang memakai minyak wangi khas yang biasa dipakai Kiai Zarkasyi. Ketika minyak wangi dibuka dan dipakai, lantas yang tercium bau durian di dalam rumah. Refleks keluarga itu pun teringat dengan abahnya.

Haul Kiai Zarkasyi selalu diperingati tiap tahunnya di Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Rawalini berbarengan dengan haul sesepuh pondok itu. (Amien Nurhakim)