::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Banyak Kader NU Tak Termanfaatkan, Ini Permintaan Propesor

Selasa, 13 Maret 2018 14:30 Daerah

Bagikan

Banyak Kader NU Tak Termanfaatkan, Ini Permintaan Propesor
Blitar, NU Online
Para alumni pengurus Ansor atau yang biasa disebut Protolan Pengurus Ansor (Propesor) di Blitar meminta pimpinan pusat untuk segera membuat regulasi bagi para kader NU pasca menjadi pengurus Ansor. Karena menurut mereka, kader Ansor yang potensial dan melimpah tidak diadopsi NU, malah dimanfaatkan oleh organisasi lain. Padahal kadang organisasi tersebut tidak sepaham dengan NU. 

“Kami minta kepada PP GP Ansor membuat regulasi bagi kader Ansor setelah purna tugas dari pengurus Ansor, misalnya minta kepada PBNU untuk mengakomudir para aktivis Ansor di NU,’’ ujar H Rochmat Khudhori, salah satu mantan pimpinaan Ansor di Blitar.

Permintaan itu disampaikan saat acara silaturahim antargenerasi yang diselenggarakan PC GP Ansor Kabupaten Blitar di Aula Kampung Coklat Kademangan, Blitar, Jawa Timur, Ahad (11/3).

Menurut Rochmat, regulasi itu sangat penting dibuat, mengingat selama ini banyak alumnus pengurus Ansor tidak masuk dalam jajaran kepengurusan NU. Padahal mereka sangat berpotensi untuk membesarkan organisasi di berbagai bidang. 

“Terkait dengan ini kami berharap PP Ansor melakukan koordinasi dengan PBNU dan membuat regulasi tentang penataan menajemen kader ini. Biar ke depan tidak ada kader potensi NU yang terbuang sia-sia, yang akhirnya ditampung orang lain,’’ katanya.

Apalagi saat ini, lanjut Rochmat, usai anggota Ansor sangat terbatas yakni maksimal 40 tahun. Padahal usia-usia seperti merupakan usai matang pagi pejalanan seorang kader setelah mengikuti berbagai diklat dan tempaan Ansor dan Banser. 

“Karena tidak ada aturan yang baku di Ansor bahwa setelah purna tugas di Ansor akan secara otomatis masuk dijajaran organisasi induk (NU), maka akhirnya meski udah tua mereka masih aktif di Ansor dan Banser. Untuk itu kami minta PP Ansor membuat regulasi terkait pasca-kepemimpinan di Ansor,’’ pinta alumnus IAIN Sunan Kalijaga ini.

Atas permintaan tersebut, Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, Adung Abdurrahman, berjanji akan membawa masukkan itu ke rapat pimpinan pusat. 

“Ini masukan yang bagus. Masukan ini akan kami bawa ke rapat pimpinan Ansor di Jakarta. Terima kasih masukannya,’’ jawab Adung. (Imam Kusnin Ahmad/Abdullah Alawi)