::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Puluhan Pelajar Brebes Dibekali Jurnalistik Antinarkoba

Selasa, 13 Maret 2018 17:00 Daerah

Bagikan

Puluhan Pelajar Brebes Dibekali Jurnalistik Antinarkoba
Brebes, NU Online
Para pelajar khususnya yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) bisa berkontribusi dalam menyebar gerakan antinarkoba. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menuliskan informasi tentang bahaya narkoba yang dikemas secara apik dalam tulisan dan mempublikasikan di media sosial. 

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kabupaten Brebes, H Atmo Tan Sidik mengemukakan bahwa informasi, ide, gagasan, dan pemikiran ibarat binatang liar. Agar informasi, ide, pemikiran bisa jinak dan menjadi indah perlu diikat, dan pengikatnya adalah tulisan. "Dengan menulis, akan menata informasi yang liar tadi menjadi jinak, lunak dan bijak," katanya. 

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Workshop Jurnalisme Antinarkoba di Aula Kantor BNK, Jalan Jenderal Sudirman 161 Brebes, Jawa Tengah, Senin (12/3).

Menurut Atmo, pribadi muslim idealnya memiliki dua kemampuan yang bersinergi yakni fasihul kalam dan fasihul qolam. Perpaduan kemampuan berbicara dan menulis, akan menjadi generasi terbaik. “Hebat sekali bila kita memiliki kemampuan bicara dan menulis,” ujar Atmo yang juga maestro budayawan Pantura.

Pelatihan Jurnalistik Antinarkoba diikuti 40 pelajar NU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPNU-IPPNU) se-Kabupaten Brebes.

Mereka dibekali pengetahuan tentang bahaya narkoba terutama bagi generasi muda. Juga dilatih menulis yang baik dengan cara memperaktikkan hasil pelatihan.

Pelatihan mendatangkan narasumber yakni Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Brebes, Wahidin Soedja yang menyajikan tentang jurnalisme antinarkoba. Sedangkan Atmo Tan Sidik seputar fiqh medsos antara berita dan hoaks.

Wahidin dalam materinya memaparkan bagaimana menulis yang baik tentang bahaya narkoba. “Tentunya informasi tentang bahaya narkoba bisa dikemas secara apik yang dipublikasikan di media sosial, seperti facebook dan twitter,” tandas Weha, sapaan akrabnya. (Wasdiun/Ibnu Nawawi)