::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

UNUJA Paiton Bertekad Majukan Pendidikan Tinggi Berbasis Pesantren

Rabu, 14 Maret 2018 02:43 Daerah

Bagikan

UNUJA Paiton Bertekad Majukan Pendidikan Tinggi Berbasis Pesantren
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan tinggi berbasis pesantren, Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mendapatkan kunjungan dan pembinaan dari Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat PTKI Kemenag RI Agus Sholeh, Selasa (13/3).

Pada kesempatan tersebut Agus Sholeh memaparkan bahwa untuk menjadi unggul dan kompetitif, perlu adanya motto perlu kerja sama, sama-sama bekerja, bersama-sama kita bisa.

“Motto inilah yang menjadi prasyarat untuk memajukan lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren, agar supaya memiliki distingsi yang memiliki kekhasan yang tidak bisa dimiliki oleh perguruan tinggi lainnya,” katanya.

Menurut Agus Sholeh, saat ini masih sedikit dunia perguruan tinggi yang berbasis pesantren yang maju. Ada pesantren besar dan maju, akan tetapi perguruan tingginya tidak maju-maju, begitu juga sebaliknya.

Inilah fenomena yang terjadi dalam perguruan tinggi keislaman di Indonesia. Harusnya, asset pesantren yg besar harus mampu menopang terhadap kemajuan pendidikan tinggi di pesantren. 

“Oleh karen itu, diperlukan kepemimpinan yang benar-benar fokus dalam mengelola perguruan tinggi berbasis pesantren agar supaya bisa berdaya saing, apalagi dengan masuknya perguruan tinggi dari luar negeri. Sudah saatnya reputasi perguruan tinggi kita teruji dan paling tidak dengan standar BAN-PT,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nurul Jadid KH Abd Hamid Wahid menyampaikan, kegiatan ini merupakan ngaji bareng para civitas dalam rangka menciptakan lembaga yang berbasis pesantren unggul dan berdaya saing.

“Hal ini sesuai dengan nama pesantren kita, Nurul Jadid yang harus progresif dan mampu menjawab kompleksitas tuntutan masyarakat dan zaman,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)