::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Sejumlah Alasan Mengapa Jatuh Cinta Gabung Ansor

Rabu, 14 Maret 2018 10:00 Daerah

Bagikan

Ini Sejumlah Alasan Mengapa Jatuh Cinta Gabung Ansor
Rejang Lebong, NU Online
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu sukses menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Ansor Banser. Sejumlah peserta mengaku tertarik bergabung lantaran sumbangsih nyata badan otonom NU yang kini dipimpin Ketua Umum H Yaqut Cholil Qoumas tersebut.

"Alasan saya ikut kaderisasi kemarin karena kontribusi dan eksistensi badan otonom NU ini terhadap bangsa Indonesia tidak diragukan lagi," ujar Medi Juniansyah, warga Kelurahan Jalan Baru, Kecamatan Curup Kota, di Rejang Lebong, Rabu (14/3).

Menjadi Banser, bagi M Anton Alifandi adalah cita-cita. "Saya ingin membela agama dan negara. Selain itu bisa dekat dengan  para ulama," ujar pria kelahiran Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan yang saat ini telah menjadi warga Rejang Lebong itu.

Alasan lain dikemukanan Yudi Hariansyah, warga Desa Tunas Harapan, Kecamatan Curup Utara.

"Tertarik ikut kaderisasi karena Banser adalah penolong dan pelindung agama dan NKRI tanpa mengharapkan apa-apa," tegas Yudi. 

Yudi lalu menambahkan, alasan lain mengikuti kaderisasi yang berlangsung sejak Jumat hingga Ahad (9-11/3) di Pesantren Miftahul Jannah asuhan KH Ilyas Sidiq tersebut, lantaran Banser selain gagah juga siap sedia dalam situasi dan kondisi apa saja.

Tidak mudah menjadi Banser. Ketahanan fisik dan nyali juga diuji. Di hari terakhir, hampir 24 jam peserta mengikuti kegiatan.

"Saya baru pertama kali ikut kaderisasi dasar Ansor. Herannya, kami tidak merasa lelah dan asyik berjalan malam hari walau hujan begitu deras,” kata Sri Joko Utomo. Warga Desa Blitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi tersebut yakin, itu atas izin Allah, juga doa kiai.

Joko melanjutkan, pada awalnya tidak percaya mampu melewati ujian melintasi api. 

"Awalnya ragu-ragu. Tapi motivasi instruktur Satkornas sahabat Gatot Arifianto mampu meyakinkan kami untuk bisa, tidak perlu juga menjadi penakut, dan jangan ragu bergerak demi organisasi," kata dia lagi.

Nilai yang dapat diambil dengan melewati rintangan tersebut, bahwa kobaran api saja bisa ditaklukan. "Demikian  juga hawa nafsu yang negatif, pasti bisa ditaklukan," pungkas Joko. (Rajasa/Ibnu Nawawi)