::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Lembaga Dakwah Mahasiswa UNSIQ Ikuti Pelatihan di Baitul Kilmah

Rabu, 14 Maret 2018 21:15 Daerah

Bagikan

Lembaga Dakwah Mahasiswa UNSIQ Ikuti Pelatihan di Baitul Kilmah
Wonosobo, NU Online
Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) Universitas Sains Ilmu Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo mengikuti pelatihan khitabah, sastra, serta terjemah Bahasa Arab di Gubuk Baca Baitul Kilmah, Bantul. 

Pelatihan yang dilaksanakan sejak 24 Februari hingga 10 Maret itu diikuti 17 anggota aktif dari LDM dari berbagai divisi, salah satunya divisi penulisan Ronggolawe. 

Ketua LDM mengungkapkan bahwasanya pelatihan tersebut bertujuan mengoptimalkan serta menggali potensi yang dimiliki para anggota. 

"Tujuan mendasar dari pelatihan ini yaitu membekali anggota LDM,” kata Teguh, Rabu (14/3). Kegiatan juga sebagai bentuk keseriusan lembaga dalam meningkatkan sumber daya manusia dengan cara menggali dan mengoptimalkan berdakwah melalui pelatihan, lanjutnya. 

"Akan miris jika organisasi masyarakat Islam, khususnya organisasi dakwah tidak kembali menemukan jati dirinya sebagai kawah candradimuka,” tegasnya. 

Hal tersebut dibuktikan dengan kesiapan menggodok siapapun di dalamnya menjadi pribadi dengan skill yang cukup. “Sesuai petuah almaghfurllah KH Muntaha Al-Hafidz selaku pendiri sekaligus rektor pertama UNSIQ yakni Ngajio walau sak ayat,” tandasnya. Hal tersebut  telah menjadi semangat tersendiri bagi mahasiswa yang mendalami ilmu dan metode dakwah, lanjutnya. 

Dalam tiga pelatihan tersebut, peserta dibina beberapa pelatih. Pelatihan khitabah diampu Kang Wawan, alumni UKM Korp Dakwah Islam Sunan Kalijaga. 

Sedangkan pelatihan sastra dibina beberapa sastrawan dan budayawan, salah satunya Joni Ariadinata. Untuk pelatihan terjemah Bahasa Arab mendapat bimbingan langsung dari seorang penulis yang banyak dikenal karyanya, yakni Aguk Irawan. (Sholeh Nahru/Ibnu Nawawi)