::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gusdurian Purbalingga Gelar Workshop Video Dokumenter

Senin, 19 Maret 2018 17:45 Daerah

Bagikan

Gusdurian Purbalingga Gelar Workshop Video Dokumenter
Purbalingga, NU Online 
Gusdurian Purbalingga berusaha mewadahi kreativitas dan potensi generasi muda dengan menggelar Workshop Video Dokumenter. Kegiatan difasilitsi CLC Purbalingga Jawa Tengah yang selama ini sejalan bersama.

Workshop yang rencana digelar selama sehari dari pagi hingga sore sempat molor hari berikutnya lantaran hujan pada Sabtu-Ahad (17-18/3). Materi teori diberikan di Sekretariat Gusdurian Purbalingga di Jl. Sekar Flamboyan Perumahan Griya Abdi Kencana.

Ketua panitia workshop Akhmad Syaiful mengatakan, selain mengajak generasi muda lintas organisasi kepemudaan dan lintas agama bergabung lewat kegiatan film, sekaligus penerapan nilai yang diajarkan Gus Dur semasa hidup. "Yaitu kesetaraan, bahwa kita berusaha membangun pemahaman tentang keberagaman untuk tidak menghambat kreatifitas namun menjadi pendukung utama majunya generasi muda Indonesia,” katanya, Ahad (18/3).

Kegiatan yang baru pertama dilaksanakan dan akan menjadi program rutin ini diikuti 12 peserta dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pemuda Gereja Kristen Indonesia, dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama/Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU/IPPNU).

Sementara materi workshop yang dipelajari antara lain, dasar-dasar, ide, dan penulisan skrip video dokumenter, pengetahuan tata kamera dan tata gambar atau editing. Juga bagaimana merumuskan materi yang akan dipraktikan dalam sebuah video.

"Kegiatannya menyenangkan. Selain menambah pengetahuan baru terkait bagaimana cara membuat video dokumenter secara sederhana, kami akan terus dibantu sepanjang serius dalam belajar," ungkap Sara Antonia, salah seorang peserta.
 
Setidaknya workshop menghasilkan tiga video dokumenter sederhana dari tiga kelompok peserta tentang harapan warga Purbalingga terkait taman kota dan ruang terbuka hijau. Juga arti dan fungsi patung di pusat kota, dan keberadaan bangunan di sepadan sungai.
 
Menurut Koordinator Gusdurian Purbalingga Basyir Fadlullah, pemikiran Gus Dur itu tak sekedar lintas agama dan iman, namun juga lintas generasi. "Film diharapkan mampu menjembatani anak-anak muda milenial dengan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar sesuai semangat dan nilai-nilai Gus Dur," jelasnya. (Red: Ibnu Nawawi)