::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Mus Jelaskan Konteks Ayat Perang di Al-Qur’an

Senin, 26 Maret 2018 21:45 Nasional

Bagikan

Gus Mus Jelaskan Konteks Ayat Perang di Al-Qur’an
Jakarta, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menerangkan, latar belakang Nabi Muhammad melakukan perang adalah karena musuh-musuh Islam pada waktu itu berbuat dzalim kepadanya dan umat Islam. 

“Ayat-ayat qital (perang) itu bisa kita lihat jelas sekali konteksnya itu karena kita didzalimi,” kata Gus Mus dalam sebuah video yang diunggah akun @GusMus Channel di Youtube, Senin (26/3).

Mengutip Surat Al-Baqarah ayat 193, Gus Mus menyatakan bahwa umat Islam semestinya tidak melakukan permusuhan kepada siapapun kecuali kepada orang-orang yang melakukan kedzaliman terhadapnya.

“Karena Nabi Muhammad dan umat Islam didzalimi," tambahnya.

Bahkan, imbuh Gus Mus, musuh-musuh Islam berupaya membunuh Nabi Muhammad dan umat Islam. Sehingga untuk menghindari kedzaliman yang ada, Nabi Muhammad dan pengikutnya terpaksa untuk hijrah ke negara lain.

“Itu konteksnya,” tegas Mustasyar PBNU ini.

Dalam kitab Sirah an-Nabawiyah, Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa ada 27 peperangan yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad. Peperangan tersebut terjadi pada fase Madinah (10 tahun). Sehingga jika dirata-rata maka setiap empat bulan maka ada satu kali perang pada zaman Nabi Muhammad. Perang Waddan atau al-Abwa merupakan perang yang pertama, sementara Perang Tabuk menjadi perang terakhir yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad. (Muchlishon)