::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Tolchah Ungkap 3 Kepercayaan Harus Dijaga Pengurus NU

Selasa, 27 Maret 2018 05:30 Nasional

Bagikan

Kiai Tolchah Ungkap 3 Kepercayaan Harus Dijaga Pengurus NU
Kiai Tolchah Hasan. (Foto: Wahyu Noerhadi)
Malang, NU Online
Mustasyar PBNU KH Muhammad Tolchah Hasan mengatakan pengurus NU harus menjaga tiga kepercayaan, yakni kepercayaan Tuhan, masyarakat, dan pemerintah.

“Jika tiga kepercayaan tersebut dijaga apa pun yang dikerjakan akan mudah. Itu bisa diterapkan di mana-mana,” kata Kiai Tolchah saat menerima kunjungan silaturahim NU Care-LAZISNU di Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, Senin (26/3).

Diungkapkan potensi NU apalagi di tingkat pusat lebih besar, termasuk potensi ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

Untuk memaksimalkan potensi, ia menegaskan semua lembaga NU harus diurus oleh orang yang pintar dan kaya, serta memahami manajemen.

“Kalau tidak ditunggui orang yang pintar dan kaya, kurang bisa maju,” katanya.

Ia menyebut Unisma dengan anggaran 150 miliar setiap tahun tidak pernah kolaps.

“Mestinya menjadi salah satu pertanyaan PBNU bagaimana Unisma mengembangkan ini. Kalau itu bisa dilakukan di Malang, yang di luar Malang juga pasti bisa,” lanjutnya.

Selain Unisma, Kiai Tolchah mengatakan banyak lembaga pendidikan yang dikelolanya, dan semuanya tidak pernah kekurangan uang. 

“Dari tingkat TK sampai SMA, tidak ada satu pun yang tidak percaya dengan lembaga itu. Selama 21 tahun tidak ada satu pun yang nunggak SPP. Ini karena manajemen yang bagus. Mestinya ini menjadi kajian,” paparnya.

Keberhasilan tersebut bagi Kiai Tolchah menjadi satu kebahagiaan karena NU bisa memberikan pendidikan yang baik, dan tidak minder lagi. 

Ia meyakini bahwa NU sebenarnya sangat potensial, tetapi  terkadang belum aktual. 

“Menjadi tugas kita bagaiman mengaktualkan potensi itu,” tegas Kiai Tolchah.

Salah satu kunci untuk mengatualkan potensi, menurutnya pengurus NU tidak perlu merasa takut. 

“Jangan takut, karena ketakutan sudah membuktikan kekalahan,” pungkasnya. (Kendi Setiawan)