::: ::: 

::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Buka Prodi Ilmu Falak, Ma'had Aly TBS Kudus Terima SK Kemenag

Ahad, 08 April 2018 16:00 Nasional

Bagikan

Buka Prodi Ilmu Falak, Ma'had Aly TBS Kudus Terima SK Kemenag
Kudus, NU Online
Ma'had Aly Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, Jawa Tengah, hari ini Ahad (8/4) resmi mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) tentang Program Studi (Prodi) Ilmu Falak.

Penyerahan SK diwakili Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Ahmad Zayadi berlangsung di Komplek Ma'had Aly Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus.

Dalam sambutannya usai menyerahkan SK, Ahmad Zayadi menyampaikan, Ma’had Aly adalah layanan pendidikan tinggi keagamaan berbasis pesantren, sebagai respons atas berbagai perkembangan yang ada. 

"Ma’had Aly TBS dengan Program Studi (Prodi) Ilmu Falak, ini adalah Ma’had Aly ke-27 di Indonesia," ujarnya di hadapan para kiai dan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Kudus itu. 

Dikatakan, sesuai peraturan yang ada, Ma’had Aly hanya boleh membuka satu Prodi atau takhasus. 

"Posisi Ma’had Aly adalah menjadi pusat kajian, karena Ma’had Aly TBS ini Prodinya adalah Ilmu Falak, tentu akan berbeda dengan Falak yang ada di UIN/IAIN, karena Ma’had Aly basisnya adalah kitab salaf," tuturnya. 

Mantan Dirjen Bimas Kemenag RI H Abdul Djamil yang ikut hadir dalam acar penyerahan SK menyampaikan, Prodi Ilmu Falak sangat tepat untuk Ma’had Aly TBS, melihat silsilah dan regenerasi kajian falak di Madrasah TBS di mana salah satu ahli falak TBS yang masyhur adalah Mbah Tur (KH Turaichan Adjhuri-Red).

"Siapa yang tidak kenal Mbah Tur? Setiap warga Nahdlatul Ulama (NU), pasti kenal Mbah Tur dengan Almanak Menaranya yang terkenal, kalender Menara Kudus itu fenomenal karena jasa ilmu falak," paparnya. 

Djamil pun mengisahkan, kesukaannya terhadap kalender Menara adalah membaca penjelasan-penjelasan yang ada di bagian akhir. 

"Di bagian akhir Kalender Menara itu ada penjelasan hari pasaran dan ada keterangan tentang waktu atau hari untuk meluruskan arah kiblat," terangnya. 

Tampak hadir dalam acara penyerahan SK para kiai dan ratusan santri dari berbagai Pondok Pesantren di Kabupaten Kudus, yakni KH Choirozyad TA, KH M. Ulil Albab Arwani, KH Hasan Fauzi, dan KH. M. Arifin Fanani. 

Sejumlah tokoh penting lain juga nampak hadir dalam acara yang dirangkai dengan Halaqah Falakiyah Nusantara itu, diiantaranya, H Abdul Djamil mantan Dirjen Bimas Kemenag RI, H Ahmad Rofiq Direktur Pascasarjana UIN Walisongo, dan H Ahmad Izzuddin Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia, sejumlah tokoh di Kudus dan sekitarnya. (Farid/Muiz)