::: ::: 

::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

UIN Walisongo Sambut Baik Prodi Ilmu Falak di TBS Kudus

Ahad, 08 April 2018 18:00 Nasional

Bagikan

UIN Walisongo Sambut Baik Prodi Ilmu Falak di TBS Kudus
Kudus, NU Online
Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang H Ahmad Rofiq mengapresiasi dan menyambut baik berdirinya Ma’had Aly Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus Jawa Tengah dengan Prodi Ilmu Falak. 

Ia berpesan supaya Ma’had Aly TBS nantinya bisa menjalin kemitraan dan bersinergi dengan banyak pihak. 

"Keberadaan Ma’had Aly TBS akan diakui masyarakat jika rajin menjalin kemitraan dan kerja sama. Selain itu, Ma’had Aly TBS mesti melakukan kajian-kajian kontemporer seiring dengan perkembangan teknologi yang ada," ujar Guru Besar UIN Walisongo Semarang itu di Kudus, Ahad (8/4)

Sedangkan Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia Ahmad Izzudin menilai, pembukaan Prodi Ilmu Falak bagi Ma’had Aly TBS sangatlah tepat, alasannya mayoritas masyarakat Pantura telah mengakui akurasi perhitungan tanggal yang dikeluarkan oleh Mbah Tur dan diteruskan oleh keturunan dan para santrinya.
 
"Di Pantura ini, kalender tidak diakui kalau tidak kalender (almanak) terbitan Menara Kudus," tegasnya. 

Sebagaimana dipahami oleh masyarakat luas, Almanak Menara Kudus karya Mbah Tur (pakar falak madrasah TBS pada masanya). 

"Saatnya almanak Menara Kudus bangkit, apalagi ada Pak Sirril Wafa (pakar falak UIN Syarif Hidayatullah yang tak lain putra Mbah Tur dan alumni Madrasah TBS-Red). Dan kajian falak di Ma’had Aly TBS, nantinya harus berbasis observasi,’’ ujarnya memotivasi.

Tampak hadir dalam acara penyerahan SK para kiai dan ratusan santri dari berbagai Pondok Pesantren di Kabupaten Kudus, yakni KH Choirozyad TA, KH M. Ulil Albab Arwani, KH Hasan Fauzi, dan KH. M. Arifin Fanani. 

Sejumlah tokoh penting lain juga nampak hadir dalam acara yang dirangkai dengan Halaqah Falakiyah Nusantara itu, diiantaranya, H Abdul Djamil mantan Dirjen Bimas Kemenag RI, H Ahmad Rofiq Direktur Pascasarjana UIN Walisongo, dan H Ahmad Izzuddin Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia, sejumlah tokoh di Kudus dan sekitarnya. (Farid/Muiz)