::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBB: Myanmar Tak Siap Pulangkan Rohingya

Ahad, 08 April 2018 15:30 Internasional

Bagikan

PBB: Myanmar Tak Siap Pulangkan Rohingya
Foto: NU Online
Yangon, NU Online
Asisten Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Kemanusiaan Ursula Mueller mengatakan, Myanmar tidak siap untuk melakukan proses repatriasi (pemulangan) para pengungsi Rohingya yang ada di wilayah Bangladesh. 

“Dari apa yang saya lihat dan dengar dari orang-orang, tidak ada akses ke layanan kesehatan, kekhawatiran tentang perlindungan, perpindahan berkelanjutan, kondisi tidak kondusif untuk kembali,” kata Mueller setelah melakukan kunjungan enam hari ke Myanmar sebagaimana dilaporkan Reuters, Ahad (8/4).

Mueller diberikan akses khusus untuk mengunjungi Myanmar. Ia diizinkan mengunjungi daerah-daerah yang paling 'terisolasi' di negara bagian Rakhine. Ia juga bertemu dengan menteri pertahanan dan urusan perbatasan yang dikontrol tentara, serta pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan pejabat sipil lainnya.

Ia meminta pemerintah Myanmar untuk mengakhiri kekerasan dan membawa pulang kembali para pengungsi Rohingya dengan cara yang aman dan bermartabat.

Pemerintah Myanmar berjanji akan melakukan yang terbaik untuk memastikan proses repatriasi (pemulangan) pengungsi Rohingya sebagaimana yang tertera dalam kesepakatan bersama dengan Bangladesh pada November lalu, yaitu memulangkan Rohingya dengan adil, bermartabat dan aman.

Sejauh ini, Myanmar telah melakukan verifikasi kepada ratusan pengungsi Rohingya untuk kemungkinan repatriasi. Kelompok ini akan menjadi “kelompok pertama” pengungsi dan dapat kembali ke Myanmar ketika tempatnya sudah siap. 

Hampir 750 ribu etnis Rohingya telah meninggalkan Myanmar dan mengungsi ke Bangladesh sejak Agustus tahun lalu menyusul operasi militer yang dilakukan tentara Myanmar di wilayah Rakhine. (Red: Muchlishon)