::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

HARLAH KE-95 NU

Agar Jadi Pemenang, Pemuda NU Harus Tampil di Atas Standar

Ahad, 08 April 2018 22:45 Nasional

Bagikan

Agar Jadi Pemenang, Pemuda NU Harus Tampil di Atas Standar
Menaker M Hanif Dhakiri
Jakarta, NU Online
Dunia saat ini sudah mengalami perubahan yang begitu cepat dan massif, salah satunya disebabkan oleh perkembangan informasi yang begitu cepat. Karenanya generasi muda harus bisa merespons dengan cara meningkatkan daya saing. 

Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menjawab pertanyaan NU Online, Sabtu (7/4) malam di sela-sela pagelaran wayang kulit di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

“Jadi kalau bicara SDM muda NU, harus tampil di atas standar karena penuh persaingan. Kalau hanya standar saja bisa menang bisa kalah. Kalau di bawah standar pasti kalah,” kata Menteri Hanif.

Ia mengaku ikut senang karena sekarang ini makin banyak terobosan dan inovasi yang dilakukan pemuda NU. Adapun catatan atau koreksi yang perlu dilakukan, Menteri Hanif mengatakan perlu melakukan massifikasi.

“Kita perlu memperluas skala, dari inovasi maupun terobosan yang dilakuan generasi muda NU. Termasuk keterlibatan mereka secara intensif dan aktif  di sosial media,” harap Menteri Hanif.

Keaktifan pemuda NU di media sosial dan dunia maya dapat dengan memproduksi konten-konten positi.

“Memberikan edukasi dan literasi masyartakat mengenai penggunaan media sosial yang baik,” tegasnya.

Sebelumnya Menteri Hanif mengatakan apresiasi terhadap peringatan ke-95 NU dengan menampilkan pagelaran wayang kulit. Menurutnya wayang sebagai tradisi yang kuat di tanah air yang sekaligus menjadi instrumen untuk dakwah Islam.

“Saya percaya bahwa landasan budaya yang kuat maka dakwah Islam bisa semakin baik,” ujarnya.

Kemajuan zaman memang tidak bisa dielakkan. Dalam mengikuti kemajuan zaman tersebut, hal yang paling menjadi kunci adalah bagaimana tetap memiliki akar tradisi, sejarah, dan kebudayaan sendiri. 

Terkait dengan wayang kulit, Menaker mengaku menyukai tokoh Werkudara.

“Gagah, jantan, tegas. Kalau jadi pengayom dan pelindung ini merupakan figur yang hebat,” Hanif beralasan. (Kendi Setiawan)