::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Nahdliyin Diminta Pegang Teguh Amanah Diniyah dan Wathaniyah

Kamis, 12 April 2018 12:30 Daerah

Bagikan

Nahdliyin Diminta Pegang Teguh Amanah Diniyah dan Wathaniyah
Brebes, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Brebes KH Athoilah Syatori menyampaikan arti pentingnya dua amanat yang harus dipegang teguh nahdliyin, baik di tataran Pengurus Ranting (PR), Majelis Wakil Cabang (MWC), maupun Pengurus Cabang (PC) yaitu amanat Diniyah (Keagamaan) dan amanat Wathaniyah (Kebangsaan). 

Harapan tersebut disampaikan Kiai Athoillah saat sambutan pelantikan Pengurus Ranting (PR) Nahdlatul Ulama Desa Kupu di Mushola Khusnul Khotimah Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (11/4) malam.

Dikatakan, dua hal yang harus dipegang pertama, amanah diniyah (Keagamaan) yakni amanat membela agama Islam. Dalam membela Islam dan mendakwahkan ajaran Islam harus menampilkan wajah islam yang sejuk, damai dan mulia. 

Dulu, di tanah Jawa banyak mayoritas penganut agama Hindu dan Budha, namun setelah Walisongo hadir di tanah Jawa, masyarakat Jawa banyak yang menganut agama Islam. Resepnya, Walisongo dalam berdakwah menampilkan wajah Islam yang ramah, santun, membumi, dan Islam Ala Ahlussunnah wal Jama'ah yang moderat," jelasnya.

Kedua, untuk Amanah Wathaniyah (kebangsaan) Kang Atho menilai kalau NU harus berpartisipasi aktif memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Termasuk mempertahankan NKRI dari gangguan ormas-ormas Islam yang ingin merubah ideologi Pancasila menjadi khilafah. 

"Di awal Reformasi, tumbuh menjamur ormas baru yang membalut Islam menjadi aliran yang keras dan ngotot ingin merubah idiologi Pancaasila menjadi negara khilafah. Untuk itu, menjadi  NU untuk menangkis ormas yang menginginkan ideologi khilafah" jelas Kaji Atho. 

Athoillah melantik kepengurusan PR NU Kupu periode 2018-2022 antara lain Rais Kiai Nahrowi, Ketua Imronudin, Sekretaris Tarjaya, dan Bendahara Sekhu Sofyan.

Tampak hadir Wakil Ketua PCNU Brebes KH Sodikin Rachman dan Wakil Sekretaris PCNU Brebes Lakhmudin. (Wasdiun/Muiz)