: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Teringat Kambingnya

Jumat, 13 April 2018 16:00 Humor

Bagikan

Teringat Kambingnya
Salah seorang kiai yang cukup ternama dan berpengaruh di kampung, Hari Jum'at Pon mendapat giliran khutbah Jum'at di salah satu masjid kota Pekalongan.

Tentu karena ini kesempatan langka dan tidak setiap hari Jum'at berkesempatan mengisi khutbah Jum'at di masjid itu.

Setelah berbagai persiapan selesai dan hari Jum'atpun tiba, sang kiai bersiap-siap berangkat ke masjid kota untuk berkhotbah.

Tiba-tiba saja di tengah-tengah khotbah pandangannya agak mengganggu konsentrasinya untuk membaca teks-khutbah yang disadur dari NU Online, dan menangislah sang kiai yang sedang berkhutbah.

Usai shalat Jum'at, Ta'mir masjid kota merasa heran dengan khutbah sang kiai hari ini, agak aneh memang. Materi khutbah biasa-biasa saja, menceritakan peristiwa isra' mi'raj dan hikmahnya, tetapi kenapa khotib sampai menangis?

Karena penasaran, maka ta'mir tersebut mendatangi khotib yang baru menyelesaikan tugasnya, yakni khutbah sekaligus mengimami sholat Jum'at.

"Pak kiai, ada apa kok di tengah-tengah khutbah anda tiba-tiba menangis sesunggukan, padahal menurutku khutbahnya biasa-biasa saja?," tanya ta'mir.

Akhirnya sang kiai pun menceritakan kenapa ia menangis saat khutbah tadi.

"Anu pak, tadi di tengah-tengah khutbah saya menangis bukan karena khutbahnya menarik atau isinya bagus," terang sang kiai.

"Lantas apa yang membuat kiai menangis?," tanya ta'mir penasaran.

"Gini pak, tadi saat saya berkhotbah, pandangan saya tertumbuk pada salah satu jama'ah yang berjenggot panjang, lantas pikiran saya melayang ke rumah teringat kambing saya berjenggot yang saya pelihara sejak masih kecil tadi malam hilang dicuri orang, karena saya kasihan, maka menangislah saya," ujar kiai. (Muiz