NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Hidup Lebih Terarah, Islam Sangat Perhatikan Akhlak

Senin, 16 April 2018 06:30 Daerah

Bagikan

Hidup Lebih Terarah, Islam Sangat Perhatikan Akhlak
Mustasyar PCNU Pringsewu, KH Anwar Zuhdi
Pringsewu, NU Online
Mustasyar PCNU Pringsewu, Lampung KH Anwar Zuhdi menjelaskan bahwa sesuai dengan hadits, Nabi Muhammad SAW diutus kemuka bumi ini untuk memperbaiki akhlak manusia. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan perihal akhlak baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.

"Kenapa akhlak menjadi hal yang penting dalam misi Rasul diutus kedunia? Karena akhlaklah yang mengatur tata cara hidup sehingga akan terarah, terkontrol dan berjalan dengan baik," katanya saat ngaji Kitab Bidayatul Hidayah di Jihad Pagi (Ngaji Ahad Pagi) yang dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu, Ahad (15/4).

Mewujudkan misi dakwah dengan mengedepankan akhlak ini, Nabi Muhammad senantiasa menunjukkan akhlak mulia dalam mengajak kaum kafir Quraish untuk beriman kepada Allah.

"Mereka (Kafir Quraish, red) tidak langsung dipaksa untuk beriman. Namun diberikan contoh akhlak mulia oleh Rasul. Ketika mereka sudah memiliki akhlak yang baik maka dibentuk apapun lebih mudah," kata kiai yang akrab disapa Abah Anwar ini.

Pada Jihad pagi yang dihadiri oleh Bupati Pringsewu H Sujadi ini, Abah Anwar mengingatkan bahwa beragama itu bukan hanya berteori saja. Namun beragama adalah sebuah pengamalan dari nilai-nilai yang diajarkan didalamnya.

Semisal abah Anwar mencontohkan bahwa disamping tahu teori tentang bagaimana shalat yang benar, seseorang juga perlu pengamalan dari maksud dan hakikat  shalat itu sendiri. Jika seseorang mampu mengamalkan shalat secara dzahir dan bathin dengan baik maka hakikat tujuan shalat mampu dicapai yaitu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Masih terkait seputar shalat, Abah Anwar juga mengingatkan pentingnya menjaga kesucian tempat dalam melaksanakan shalat. Hal ini penting dilakukan karena berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya shalat.

"Banyak yang hanya menjaga kebersihan namun kesucian tidak diperhatikan. Maka sebaiknya posisi WC dan tempat wudlu di masjid harus diperhatikan agar kesucian terjaga. Semisal diberi kolam khusus untuk mencuci kaki setelah dari WC atau tempat wudlu," jelasnya. (Muhammad Faizin)