::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ibu adalah Madrasah Bagi Bibit Generasi Bangsa

Senin, 16 April 2018 10:30 Daerah

Bagikan

Ibu adalah Madrasah Bagi Bibit Generasi Bangsa
Jember, NU Online
Peran kaum ibu tidak kecil dalam  merenda masa depan Indonesia. Sebab, kaum ibulah yang menyiapkan bibit-bibit generasi muda, calon  pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa. 

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Moch Eksan saat  memberikan tausiyah dalam acara bagi-bagi sembako di Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (14/4).
 
Menurutnya, seorang ibu mempunyai tugas yang mulya, khususnya dalam mengasuh dan membesarkan anak-anaknya, di tangan  ibulah karakter sang anak  dibentuk. 

“Keluarga, terutama ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya,” tuturnya.

Eksan mendorong agar kaum ibu tak pernah lelah untuk berjuang mendidik dan membesarkan anak-anaknya dalam kondisi apapun. Yang harus disadari, katanya, bahwa tugas membesarkan anak bukan semata-mata untuk kepentingan keluarga tapi juga untuk keperluan dan masa depan Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan kumpulan dari pribadi-pribadi yang dilahirkan dari  keluarga. 

“Itu tugas yang sangat mulia para ibu, didik dan besarkanlah mereka untuk menyongsong  Indonesia yang lebih baik sekian puluh tahun ke depan,” terangnya.

Untuk itu, anggota DPRD Jawa Timur tersebut meminta para ibu terus berdoa dan berupaya bahkan berangan-angan setinggi langit untuk menjadikan anaknya sebagai anak yang shaleh dan berguna bagi bangsa dan agama. Doa ibu sangat maqbul dan harus diiringi dengan usaha yang  sungguh-sungguh untuk menjadikan anaknya sebagaimana diharapkan. 

“Bermimpilah, karena bermimpi tak butuh biaya. Tapi siapa tahu dari mimpi itu kemudian lahir ide dan bersamaan dengan pertolongan Allah mimpi itu kelak menjadi kenyataan,” ajak Eksan. (Aryudi Abdul Razaq/Muiz).