: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

UPZIS NU Jombang Salurkan Bantuan untuk Penderita Hydrosypalus

Senin, 16 April 2018 20:00 Daerah

Bagikan

UPZIS NU Jombang Salurkan Bantuan untuk Penderita Hydrosypalus
Jombang, NU Online
Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jombang Kota (Jomkot), Kabupaten Jombang salurkan donasi uang sebesar Rp10 juta kepada penderita hydrosypalus Fariz Ibrahim warga Dusun Jabon, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Senin (16/4).

Bantuan diberikan beberapa petugas UPZIS MWCNU Jomkot di kediamannya secara langsung. Mereka didampingi Ketua MWCNU Jomkot KH Asyharun beserta Kepala Desa Plosogeneng. Arif ayah dari Ananda Fariz Ibrahim beserta keluarga yang lain tampak senang saat menerima kunjungan mereka yang hendak memberikan bantuan itu.

"Bantuan ini adalah donasi dari yang ditangani oleh UPZIS MWCNU Jombang Kota," kata Ketua UPZIS LAZISNU MWC Jombang Kota Khoirul Anwar.

Ia mengatakan, dua putra dari Arif selama ini menderita penyakit yang serius dan perlu uluran tangan. Pertama Ananda Farel Dwi Prakoso (6 tahun) anak kedua dari Arif menderita sakit usus buntu tidak memiliki anus, sementara anak ketiganya yakni Fariz Ibrahim (14 bulan) terkena penyakit hydrosypalus (kepala membesar) hingga mata tidak bisa melihat karena menumpuknya cairan di kepala. 

Khoirul Anwar menambahkan donasi yang diberikan kepada yang bersangkutan akan bertahap. Ia bersama petugas UPZIS MWCNU Jomkot kembali akan mengumpulkan donasi untuk diberikan pada tahap selanjutnya.

"Bantuan ini adalah tahap pertama. Nanti jika terkumpul  akan kembali diserahkan pada keluarga Arif," tuturnya.

Sementara itu secara terpisah Direktur Eksekutif NU-Care PW LAZISNU Didin A Sholahudin menegaskan, adanya UPZIS adalah sebuah cara agar kebutuhan warga NU bisa terpenuhi di wilayahnya masing-masing. 

Kemudian mereka juga bisa saling membantu antar UPZIS.

"Semangat kebersamaan inilah yang akan menjadikan kita warga NU menjadi kuat dan mandiri," jelasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)