::: ::: 

::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Cara SMK Al-Falah Moga Siapkan Kader Banser Militan

Selasa, 17 April 2018 06:00 Daerah

Bagikan

Ini Cara SMK Al-Falah Moga Siapkan Kader Banser Militan
Pemalang, NU Online
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Falah Moga merupakan Sekolah Menengah Kejuruan terbesar di wilayah Pemalang Selatan, keberadaannya tak lepas dari bingkai Nahdlatul Ulama dan Pondok Pesantren sebagai Nafas dan embrio berdirinya sekolah favorit ini. Dimana siswa siswinya sebagian merupakan para santri dari Pondok Pesantren Al-Falah Kalibuntu Moga di bawah asuhan KH Ahmad Baedlowi Ilham.

Hal ini dibuktikan dengan kebijakan sekolah yang rutin menggelar Pelatihan Pendidikan Kaderisasi Barisan Ansor Serbaguna   (Banser) bagi siswanya.

Panitia Diklat Banser sekaligus Guru SMK Al-Falah Moga Jamaludin menjelaskan, pada tahun 2018 kegiatan Diklat Banser yang dilaksanakan 12-14 April 2018 di SMK Al-Falah Moga diikuti 439 siswa siswi kelas 12.

"Semua siswa sebelum diwisuda wajib mengikuti kegiatan ini. Hal ini agar siswa siswi lebih mengenal para Ulama, dan para habaib yang telah  memeperjuangkan bangsa ini, juga pelajar akan lebih mencintai negaranya yaitu NKRI Harga mati," ujarnya kepada NU Online
 
Dikatakan, selama tiga hari sejumlah 262 siswa dan 177 siswi di gembleng materi Kebanseran/fatser, Wawasan Kebangsaan, Ke-Aswaja-an, PBB, dan Strategi melawan Narkoba. 

"Kegiatan melibatkan sejumlah pemateri diantaranya Danrmail, Kapolsek, aktivis Ansor Banser, dan juga para Ulama dan Habaib," tuturnya
.
Kepala SMK Al-Falah Moga Rujito DW mengemukakan, kegiatan Diklat Banser ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa dan siswi. Selain itu untuk membentengi ideologi Pelajar sebagai bekal masa depan mereka.

"Tidak menutup kemungkinan para lulusan SMK Al-Falah akan terserap di berbagai tempat kerja, di kota–kota besar dan akan bersentuhan langsung dengan aliran pemikiran Islam selain NU. Oleh karena itu, dengan diklat ini harapannya bisa menjadi benteng akidah dan sebagai bekal wawasan ke NUan dan Kebangsaan agar tidak mudah 
tertarik dengan islam radikal," pungkasnya. (Faisal/Hasan/Muiz)