::: ::: 

::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Soliditas Takmir, Benteng Masuknya Aliran Baru

Selasa, 17 April 2018 12:00 Daerah

Bagikan

Soliditas Takmir, Benteng Masuknya Aliran Baru
Jember, NU Online
Dalam rangka  memakmurkan masjid sekaligus menjadikan rumah Allah itu sebagai pusat gerakan pencerahan kerahmatan berbasis jama’ah,  sejumlah tokoh NU menggelar pertemuan di masjid Al-Ikhlas, Desa  Rowo Indah,  Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Ahad (15/4). 

Dalam pertemuan yang diikuti seluruh takmir masjid se-Desa Rowo Indah tersebut, hadir juga sejumlah pengurus MWCNU Ajung dan Ketua Ranting  NU.  Sedangkan  KH. Hamid Hasbullah dan Koordintor Bidang Advokasi Warga PC LDNU Jember, Moch Kholili juga hadir sebagai  pembicara.

Dalam  kesempatan itu, Moch Kholili menekankan pentingnya masjid dikelola dengan sungguh-sungguh yang berorientasi pada pemanfaatan  masjid tidak saja sebagai pusat kegiatan  ibabah, tapi juga pemberdayaan jama’ah.  

“Namun apapun aktifitasnya, semangatnya harus untuk semakin meningkatkan keimanan jama’ah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap agar takmir masjid dapat menggali dan menginventarisir potensi-potensi yang ada untuk kepentingan umat, baik dari sisi advokasi, pemberdayan dan sebagainya sehingga kerahmatan masjid dapat dirasakan oleh masyarakat.  Hal tersebut katanya, sebagai salah satu cara untuk memelihara dan menjaga soliditas jama’ah.  

“Harapannya, masjid bisa makmur,  tidak hanya diukur dari melubernya jama’ah shalat, tapi juga ada aspek pemberdayaan dan advokasi warga, misalnya,” jelasnya.

Sementara itu, KH Hamid Hasbullah meminta para takmir untuk terus menjaga kekompakan, baik di internal takmir, antar takmir maupun  dengan jama’ah. Sebab, kekompakan takmir akan menjadi benteng yang  kuat bagi masuknya aliran baru yang cukup marak di Jember.  

“Kalau ada apa-apa, cepat komunikasi dengan pengurus NU,” pintanya (Aryudi Abdul Razaq/Muiz).