: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Myanmar Pulangkan Pengungsi Rohingya, Bangladesh: Itu Tidak Benar

Selasa, 17 April 2018 14:30 Internasional

Bagikan

Myanmar Pulangkan Pengungsi Rohingya, Bangladesh: Itu Tidak Benar
Foto: Istimewa
Dhaka, NU Online
Pada Sabtu (14/4) lalu, dilaporkan bahwa pemerintah Myanmar telah memulangkan satu keluarga pengungsi Rohingya ke negara bagian Rakhine. Satu keluarga tersebut beranggotakan lima orang. Mereka ditempatkan di kamp penampungan di kota Maungdaw, pusat administrasi yang dekat dengan perbatasan Myanmar dan Bangladesh.  

Menteri Dalam Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan menyangkal berita tersebut. Bagi dia, itu adalah kabar bohong karena kelima orang tersebut bukan para pengungsi yang menetap di kamp pengungsian di Bangladesh. 

“Klaim Myanmar adalah sebuah lelucon,” kata Asaduzzaman dilaporkan New York Times, Senin (16/4).

Sesuai dengan kesepakatan bersama, proses pemulangan (repatriasi) seharusnya dilaksanakan pada awal tahun ini, namun tak kunjung dijalankan karena persiapannya dianggap belum matang. 

Pemerintah Bangladesh sebetulnya telah memberi Myanmar daftar lebih dari delapan ribu pengungsi siap untuk dipulangkan, tetapi proses pemulangan terus ditunda karena proses verifikasi yang rumit.

Politisi Bangladesh Awami League ini berharap, pemerintah Myanmar bisa segera memulangkan para pengungsi Rohingya yang tersebar di pinggiran wilayah Bangladesh.

Senada dengan Asaduzzaman, Komisioner Lembaga Pengungsian dan Repatriasi Bangladesh Abul Kalam, mengungkapkan, kelima orang yang ‘dipulangkan’ Myanmar tersebut tidak pernah memasuki wilayah Bangladesh. Sehingga tidak tepat kalau apa yang dilakukan Myanmar itu sebagai proses pemulangan (repatriasi).

Sekitar 700 ribu warga Rohingya di negara bagian Rakhine melarikan diri ke Bangladesh setelah operasi militer tentara Myanmar yang ‘membabi buta’ pada Agustus tahun lalu. Mereka tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh dengan kondisi yang sangat menyedihkan karena hidup dengan fasilitas seadanya. (Red; Muchlishon)