::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Rawat Kebinekaan, IPNU Bangun Sinergitas Pelajar dengan IPM dan PII

Jumat, 20 April 2018 10:15 Nasional

Bagikan

Rawat Kebinekaan, IPNU Bangun Sinergitas Pelajar dengan IPM dan PII
Jakarta, NU Online
Kebangsaan Indonesia masih saja diganggu oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan identitas tertentu. Mereka seolah-olah kelompok terbaik dan paling benar dengan menyalahkan kelompok lainnya. Hal itu tentu saja menuai kontroversi. Padahal sejak dulu, bangsa Indonesia sepakat dengan adanya Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tetapi tetap satu.

Untuk memperkuat asas tersebut di kalangan pelajar, tiga organisasi kepelajaran Indonesia, yakni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Pelajar Islam Indonesia, bersinergi membangun komitmen bersama demi terus menjaga tegaknya kemerdekaan Indonesia.

Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid menyatakan bahwa fakta sejarah menunjukkan peranan pelajar tempo dulu mampu menggerakkan berbagai perubahan, khususnya dalam rangka mewujudkan NKRI.

“Kita tidak menyangsikan peran serta kelompok-kelompok terpelajar di masa-masa pra kemerdekaan. Mereka berbaur, bersinergi, dan bahu membahu dengan elemen bangsa yang lain guna mewujudkan langkah nyata untuk mendorong bangsa ini lepas dari cengkeraman penjajahan menjadi sebuah bangsa yang merdeka,” katanya saat ditemui NU Online di Sekretariat PP IPNU, gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lantai 5, Jakarta, Rabu (19/4).

Hal itu tentu mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Ide, pemikiran, dan kekuatan yang dimiliki, menurutnya, harus dituangkan dalam bentuk gerakan kreasi guna merawat keberlangsungan NKRI. Hal itu bagi Asep merupakan mandat sejarah yang harus diteruskan.

Oleh karena itu, IPNU, IPM, dan PII yang masing-masing sudah berusia lebih dari setengah abad harus menjadi pelopor dalam menyatukan perspektif yang sama guna mencapai tujuan bersama, yakni mempertahankan NKRI. 

Hal ini diwujudkan dengan penyelenggaraan Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan Pelajar Indonesia yang bakal dihelat pada Selasa-Kamis (1-3/5) di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON) Cibubur, Jakarta.

Dalam kegiatan bertema Sinergitas Pelajar Mengawal NKRI itu, akan diadakan gelar wicara (talkshow), lokakarya (workshop), dan berbagai perlombaan guna meningkatkan prestasi dan daya saing pelajar.

Secara garis besar, kemah pendidikan ini akan berisi topik-topik dan isu-isu mengenai kependidikan dan kebangsaan. Tidak lepas juga dari peran serta generasi muda menyikapi berbagai dinamika kebangsaan terkini.

“Setidaknya, apa sih yang bisa kita lakukan oleh pelajar-pelajar hari ini menyikapi dinamika kebangsaan,” kata pria asal Ciamis itu.

Karena itu, dengan komposisi yang banyak, apabila kita ikut arus, terombang-ambing dalam hal dinamika kebangsaan, maka tentu pelajar akan mudah diperdaya dan diperalat oleh orang lain. Justru itu, upaya dan cita-cita yang diusung adalah menjaga keutuhan NKRI. (Syakir NF/Muiz)