NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Duel Maut Rasulullah dengan Ubay bin Khalaf

Ahad, 22 April 2018 22:30 Hikmah

Bagikan

Duel Maut Rasulullah dengan Ubay bin Khalaf
Foto: Istimewa
Rasulullah memimpin langsung 27 peperangan yang terjadi pada masanya. Namun, hanya sembilan peperangan saja yang berakhir dengan pertempuran karena selebihnya musuh menyerah secara damai. Perang Waddan (al-Abwa’) merupakan perang pertama yang diikuti Rasulullah. Perang ini terjadi pada bulan Shafar tahun ke-2 Hijriyah. Sementara perang Tabuk (al-Usrah) yang meletus pada bulan Rajab tahun ke-12 Hijriyah menjadi perang terakhir yang diikuti oleh Rasulullah. 

Mengutip dari buku Perang Muhammad: Kisah Perjuangan dan Pertempuran Rasulullah, ada tiga alasan yang menyebabkan Rasulullah berperang. Pertama, meladeni serangan musuh untuk mempertahankan diri. Seperti dalam perang Badar, Uhud, dan Khandaq. 

Kedua, menghukum mereka yang mengkhianati kerja sama atau perjanjian damai. Seperti perang Khaibar, Quraizhah, dan lainnya. Ketiga, menyerang sebelum diserang. Rasulullah juga melancarkan peperangan dengan musuh yang mengancam kaum Muslim seperti perang Tabuk. Terlepas dari itu semua, Rasulullah tidak pernah menyulut peperangan dengan siapapun. 

Diriwayatkan bahwa Rasulullah juga ikut bertempur langsung dalam tujuh medan peperangan. Yaitu perang Badar, Uhud, Muraisi’, Khandaq, Quraizhah, Khaibar, Penaklukan Makkah (Fathu Makkah), Hunain, dan Thaif. Semua peperangan berhasil dimenangkan kaum Muslim, kecuali perang Uhud.

Pada perang Uhud, kaum Muslim yang awalnya hendak menang menjadi kalah karena pasukan pemanah Muslim tidak mematuhi pesan Rasulullah. Mereka meninggalkan pos-posnya sebelum perang benar-benar berakhir untuk mengambil ghanimah (harta rampasan perang). 

Perang Uhud juga menyisakan cerita yang menarik. Salah satunya adalah duel maut antara Rasulullah dengan Ubay bin Khalaf. Merujuk buku Para Penentang Muhammad saw., duel maut antara Rasulullah dengan Ubay bin Khalaf menjadi tidak terelakkan dalam perang Uhud. Dengan menaiki kuda, Ubay menghampiri Rasulullah untuk membunuhnya. Melihat kejadian itu, para sahabat yang ada di samping Rasulullah berupaya untuk menghalau Ubay bin Khalaf namun kemudian dicegah oleh Rasulullah. 

Rasulullah yang sedari tadi sudah siap langsung melemparkan tombaknya ke arah Ubay bin Khalaf yang semakin mendekat. Ubay jatuh dari kudanya setelah tombak lemparan Rasulullah tepat mengenai tulang rusuknya. Setelah perang usai, Ubay bin Khalaf ditandu karena tidak bisa berdiri setelah terkena tombak Rasulullah. Ubay bin Khalaf tewas di tengah perjalanan ketika pasukan Quraisy hendak membawanya kembali ke Makkah. 

Ubay bin Khalaf merupakan salah satu anggota dari kelompok Syu’bah al-Syak, sebuah komunitas elit Quraisy yang sangat membenci Rasulullah. Semua anggota kelompok Syu’bah al-Syak -Abu Jahal bin Hisyam, Utbah dan Syaibah bin Rabi’ah, Umayyah bin Khalaf- tewas dalam perang Uhud kecuali Ubay bin Khalaf.  

Iya, Ubay dikenal sebagai seorang petarung yang hebat. Dia bisa saja lolos dari maut pada saat perang Badar, namun tidak pada saat perang Uhud. (A Muchlishon Rochmat)