::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Puisi-puisi Surtini Hadi

Senin, 23 April 2018 13:35 Puisi

Bagikan

Puisi-puisi Surtini Hadi
Ilustrasi: annehira.com
Lelaki yang Menggenggam Surga

salam yaa salam
kerinduan untukmu kekasih alam
lelaki yang menggenggam surga

darah dan airmatamu
lelap dan jagamu
menghidupi doa-doa pengampunan
untuk manusia-manusia bersyahadat

lelaki yang mengasihi dan menjauhkan manusia 
dari keputusasaan atas maksiat
          ketololan syariat
             dan kepalsuan taubat
     
salam yaa salam
lelaki yang bersyafaat
terimalah rindu dan sholawat kami

Salatiga, 2015

Perempuan Menulis Mantra

perempuan mata telaga
menulis mantra-mantra keselamatan
pada tubuh anak-anak gadisnya

alif agar tegak langkahnya
ba’ agar lurus jalannya
ta’ agar jeli matanya
memercikkan air sembahyang pada pusarnya 
membisikkan alamat pulang
Losarang, 2010


Hujan Kaum Sunyi

Allahumma sayyiban nafi’an
Hujan di hatiku
Hujan di hatimu
Hujan yang mengakhiri 
Hujan yang mengawali 

Veteran-Kaliurang, 2009 

Sendekala

senja gerimis
sepasang burung gagak menukik 
melintas menara masjid
maghrib menyihir manusia-manusia kosong

‘alaikum salam
‘alaikum salam
bibir  perempuan tua komat-kamit
menutup pintu-pintu rumahnya

Losarang,  2010


Guru Terakhir

datang padaku seorang perempuan
wajahnya kabut
matanya lautan dalam
ditangannya segenggam cerita 
tentang buku-buku dan ruang berdebu
segala waktu baginya batu
selayak murid tiada berguru

tanyaku, apa maumu
hanya rusuh menggurat diamnya
kakinya diselonjorkan, aku membaca seribu mil perjalanan
tangannya dijulurkan, aku membaca seribu buku yang dia tulis 

bibirnya gemetar mengadu
tentang matinya seorang guru

Indramayu, 2010


Sajak Ibu kepada Ismail

menangislah, Nak
hujani lembah ini dengan permulaan
mata yang luap oleh doa-doa
melihat tak berbatas
mata air pada gurun
hujan pada kemarau
cahaya pada gelap
 
doa ayah ibumu tak putus : 
seperti delapan puluh tahun merindui kelahiranmu
seperti seluruh waktu belajar menyerahkanmu 

Losarang, 2010 

Surtini Hadi, perempuan kelahiran Purworejo-Jawa Tengah. Menulis puisi, cerpen dan artikel. Puisi-puisinya terdokumentasi dalam buku Kaki Langit Sastra Pelajar, Horison, Jakarta (2002); Kemilau Musim, Pekanbaru (2003); Pesona Gemilang Musim, Pekanbaru  (2004); Progo 2, Temanggung (2008); Puisi tentang Masjid, Jakarta (2017). Mulai giat bersastra saat nyantri di Pesantren Nurul Hidayah-Pangen Purworejo dan PPQ Al Amin Pabuaran Purwokerto. Saat ini tinggal di Kabupaten Semarang. Selain sebagai Guru PAUD dan Madrasah Qur’an, juga berkegiatan di  Fatayat. Tulisan-tulisannya ada di www.kompasiana.com/suryaningmentari, dan blog pribadi www.seribujalan.wordpress.com.