::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

HARLAH KE-84 GP ANSOR

Nama Ansor Diambil dari Golongan Sahabat Penolong Nabi

Selasa, 24 April 2018 16:27 Fragmen

Bagikan

Nama Ansor Diambil dari Golongan Sahabat Penolong Nabi
Pada tahun 1931, Abdullah Ubaid dan beberapa pemuda NU menginisiasi organisasi bernama Persatuan Pemuda Nahdlatul Ulama (PPNU). Organisasi itu dipimpin Abdullah Ubaid dan dinyatakan sebagai bagian dari NU. 

Waktu itu, PBNU masih belum memikirkan adanya organisasi pemuda sebagai sayapnya karena tokoh-tokoh mudanya waktu itu justru berada di kepengurusan PBNU semisal Abdullah Ubaid dan Thohir Bakri. 

PPNU kemudian berubah pada tahun 1932 menjadi Pemuda Nahdlatul Ulama (PNU). Nama yang terakhir ini kemudian dikonsultasikan dengan salash seorang pendiri NU, KiaiWahab Hasbullah.  Ia kemudian menukil ayat-ayat suci Al-Qur’an yang mengisahkan kesetiaan sahabat Nabi, terutama di Madinah. 

Penduduk Madinah tidak kecil pengorbanan dan pembelaan terhadap Nabi Muhammad dalam menyiarkan agama Islam. Mereka tampil menjadi benteng perjuangan Islam. Karena itu, Nabi kemudian memberikan penghormatan kepada mereka dengan menjulukinya sebagai ansor, berarti penolong. 

Dari penjelasan Kiai Wahab itulah PNO menjadi ANO (waktu itu NU menggunakan ejaan lama yaitu Nahdlatoel Oelama). Dengan mengambil nama itu, ansor adalah organisasai yang berusaha menolong agama Islam. 

Sebagai aplikasinya pada waktu itu, ANO adalah penolong agama Islam Ahlussunah wal Jamaah yang dipertahankan NU. Sebagaimana diketahui, waktu itu, Aswaja tengah menghadapi tantangan baik dari penjajah Belanda secara umum, maupun dari kalangan Islam sendiri yang melabeli bid’ah sebagian amalan ulama Aswaja. Ulama NU waktu mau tidak mau itu harus menghadapi tantangan terbuka kalangan mereka dalam beradu argumen.  

Meski sudah terbentuk dan dianggap menjadi bagian dari NU, namun secara organisatoris, ANO tercantum dalam struktur NU terjadi pada muktamar ke-9 di Banyuwangi pada April 1934. Tepatnya pada tanggal 24. Saat itu ANO diterima dan disahkan sebagai departemen Pemuda NU, sederajat dengan bagian Dakwah, Ekonomi, Mabarrot, Ma’arif, dan bagian-bagian lainnya. 

Kepengurusan pertama ANO pada waktu itu adalah:

Hoofd Bestuur Nahdlatoel Olama Afdeelin ANO: 
President             : H.M. Thohir Bakri 
Vice President     : Abdullah Ubaid
Secretaris            : H. Achmad Barawi
                             Abdus Salam
Penningmeester  : H. Dayani 
Commisarisen     : Ja’qoeb
                              Soenarto
                              Abdul Rochim
                             Umar Hasan
Advesuer              : H Ghufron
                         H. Mahfudh Shiddiq 

Mars GP Ansor

Darah dan nyawa telah kuberikan
Syuhada rebah Allahu Akbar
Kini bebas rantai ikatan
Negara jaya Islam yang benar

Berkibar tinggi panji gerakan
Iman di dada patriot perkasa
Ansor maju satu barisan
Seribu rintangan patah semua

Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim
Makmur semua lenyap yang nista
Allahu Akbar – Allahu Akbar
Pajar baja gerakan kita

Bangkitlah bangkit putra pertiwi
Tiada gentar dada ke muka
Bela agama bangsa negeri
(Abdullah Alawi, dikutip dari Gerak Langkah Pemuda Ansor, Seputar Sejarah Kelahiran karya Choirul Anam)