::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kunjungi PBNU, TGB Undang Kiai Said Hadiri Pertemuan Alumni Al-Azhar

Kamis, 26 April 2018 15:45 Nasional

Bagikan

Kunjungi PBNU, TGB Undang Kiai Said Hadiri Pertemuan Alumni Al-Azhar

Jakarta, NU Online
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (26/4). Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menyampaikan undangan kepada Kiai Said untuk acara silaturahmi akbar ulama dan alumni Al-Azhar Indonesia.

Pertemuan yang akan berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, Selasa-Kamis (1-3/5) mendatang itu akan dihadiri Grand Syekh Al-Azhar Ahmad M Al Tayyib. 


"Saya datang ke mari untuk mengundang secara resmi Kiai Said sekaligus meminta kesediaan untuk memberikan sambutan atas nama seluruh ulama yang hadir," katanya.

Bagi TGB, kehadiran Kiai Said sangat penting karena NU sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia. Sedangkan Universitas Al-Azhar Mesir dengan gagasan Wasathiyatul Islam-nya mempunyai paham moderat yang menjadi modal dalam menjaga negara dari perpecahan dan perang saudara. NU dan Al-Azhar, kata TGB, mempunyai kesesuaian dalam manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.

Kepada Kiai Said, ia menyampaikan bahwa dirinya sebagai Gubernur NTB kerap diundang oleh pesantren di bawah naungan NU untuk sejumlah kegiatan seperti haflah akhirussanah dan pengajian. Kepada Pengasuh Pesantren At-Tsaqafah ini, TGB meminta izin untuk memenuhi undangan pesantren tersebut.

"Saya sampaikan kepada pak kiai, saya memohon izin untuk bisa memenuhi itu. Kalau saya ada keluangan, saya penuhi. Karena Kiai Said adalah pimpinan di Nahdlatul Ulama, saya isti'dzan (minta izin) kepada kiai untuk memenuhi undangan itu," jelasnya kepada NU Online. (Husni Sahal/Alhafiz K)