::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Sebab Ibadah Terasa Kering dan Hampa kata Syekh Syadzili

Ahad, 29 April 2018 06:00 Tasawuf/Akhlak

Bagikan

Sebab Ibadah Terasa Kering dan Hampa kata Syekh Syadzili
(Foto: buzzfeed.com)
Ibadah merupakan ritual umat beragama yang biasanya dapat memperkuat spiritualitas dan memperkaya batin seseorang. Tetapi sesekali ibadah baik itu shalat, puasa, atau umrah terasa hampa dan kering makna. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal. Syekh Syadzili menyebut hubbud dunia sebagai satu sebabnya.

Semua ibadah itu dijalani sebagai rutinitas semata. Shalat, puasa, dan haji itu tidak dijalani dengan kesadaran yang penuh. Ibadah itu terasa tidak memberikan kepuasan batin. Meskipun ibadah semacam ini besar dari segi kuantitas, secara kualitas ibadah yang dilakukan oleh mereka yang cinta dunia rendah di sisi Allah.

وكان سيدي أبو المواهب الشاذلي رحمه الله تعالى يقول العبادة مع محبة الدنيا شغل قلب وتعب جوارح فهي وإن كثرت قليلة وإنما كثيرة في وهم صاحبها وهي صورة بلا روح وأشباح خالية غير حالية

Artinya, “Syekh Abul Hasan As-Syadzili pernah berkata, bahwa ibadah–sementara rasa cinta dunia bergelora di hati–membuat bimbang hati dan meletihkan badan seseorang. Ibadah seperti itu meskipun banyak secara kuantitas tetap terbilang sedikit. Ibadah itu terbilang banyak menurut yang melakukannya. Ibadah itu seperti bentuk tanpa roh, raga kosong tanpa kondisi tertentu.’” (Lihat Syekh Abdul Wahhab Sya’rani, Al-Minahus Saniyyah, [Singapura-Jeddah-Indonesia, Al-Haramain: tanpa catatan tahun], halaman 4).

Syekh Syadzili mengatakan bahwa orang-orang yang cinta dunia, meskipun gemar beribadah, tidak menunjukkan sinar kezuhudan dalam ucapan, berpikir, dan tindakan keseharian mereka. Ibadah mereka ini tidak menjadi gizi rohani mereka.

ولهذا ترى كثيرا من أرباب الدنيا يصومون كثيرا ويصلون كثيرا ويحجون كثيرا وليس لهم نور الزهاد ولا حلاوة العبادة

Artinya, “Karenanya kau melihat banyak pecinta dunia melakukan puasa ratusan kali, shalat ribuan rekaat, berangkat haji berkali-kali. Tidak ada cahaya zuhud dan kenikmatan ibadah pada mereka,” (Lihat Syekh Abdul Wahhab Sya’rani, Al-Minahus Saniyyah, [Singapura-Jeddah-Indonesia, Al-Haramain: tanpa catatan tahun], halaman 4).

Orang-orang yang gemar dunia sulit untuk merasakan kenikmatan ibadahnya. Ucapan, pikiran, dan perilaku mereka menunjukkan hasrat yang kuat terhadap dunia. Gerak-gerik mereka di luar ibadah jauh dari spiritualitas yang seharusnya terbentuk melalui disiplin ritual atau ibadah itu sendiri. Tanpa mengecilkan arti ibadah, sikap zuhud sebagai fondasi ritual harus ditanam dengan kokoh. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)