::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sosok di Balik Terkenalnya Lagu Ya Lal Wathan

Rabu, 09 Mei 2018 17:03 Daerah

Bagikan

Sosok di Balik Terkenalnya Lagu Ya Lal Wathan
KH Abdul Wahab Hasbullah, Pencipta Lagu Ya Lal Wathan
Jombang, NU Online
Lagu Ya Lal Wathan karya salah seorang Pendiri NU Almaghfurlah KH Abdul Wahab Hasbullah bergema di berbagai kesempatan, terlebih saat setiap acara Nahdlatul Ulama (NU) digelar. Bahkan lagu tersebut saat ini sering dinyanyikan tak hanya oleh warga NU sendiri, melainkan juga dinyanyikan oleh warga non NU dan non Islam.

Fakta ini menurut salah satu pengurus Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mohammad Azis Hakim tak lepas dari ijazah Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang KH Maimoen Zubair kepada pengurus Ansor.

"Saya ingat betul saat PKN Ansor di Bandung tahun 2013. Sebelum PKN dilaksanakan, Nusron Wahid Ketua Umum PP Ansor saat itu dan Gus Yaqut Ketum Ansor sekarang sowan ke Mbah Maimoen Zubair. Oleh Mbah Maimoen diijazahi lagu Ya Lal Wathan itu," katanya saat kegiatan Konfercab Ansor Jombang pekan ini.

Kepada dua pimpinan tinggi Ansor tersebut, lanjut dia, Mbah Maimoen Zubair memberikan (mengijazahi) lagu Ya Lal Wathan itu, lantaran Mbah Maimoen teringat Mbah Wahab Hasbullah yang sering menyanyikan lagu tersebut saat dirinya mondok di Tambakberas Jombang.

"Nusron, ini ada lagu ketika saya dulu mondok di Tambakberas selalu dinyanyikan oleh Mbah Wahab untuk menyemangati pemuda-pemuda saat itu," tuturnya menirukan perkataan Mbah Maimoen.

Selanjutnya, oleh beberapa petinggi Ansor kala itu dieja kata demi kata hingga menjadi syair Ya Lal Wathan yang begitu enak dilagukan seperti sekarang ini.

"Ada beberapa pengurus Ansor mengeja kata demi kata, bait demi bait hingga ketemulah syair itu dengan pas (nyaman, red) dilagukan," ungkapnya.

Setelahnya, lagu tersebut kemudian dibawa pada kegiatan PKN di Bandung dan dinyanyikan secara bersama-sama.

"Kemudian kita putuskan pada saat itu bahwa lagu Ya Lal Wathan ini harus dinyanyikan saat acara kaderisasi Ansor di semua level," lanjutnya.

Sehingga dalam perkembangannya hingga hari ini, lagu Ya Lal Wathan bergema begitu serentak. "Bahkan bukan hanya umat Islam saja yang menyanyikan lagu itu," tuturnya.

"Barangkali kalau tidak ada proses itu, lagu Ya Lal Wathan masih tetap ada terdokumentasi di dalam buku buku saja, tetapi tidak menjadi sebuah lagu yang dapat menggerakkan GP Ansor dan NU," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muhammad Faizin)