NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Basid Urai Tiga Macam Orang Mulia

Jumat, 11 Mei 2018 23:00 Daerah

Bagikan

Kiai Basid Urai Tiga Macam Orang Mulia
Kiai Abdul Basid Mansur
Sumenep, NU Online 
Kiai Abdul Basid Mansur menjadi penceramah dalam haflatul imtihan Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Utara Putri, Guluk-Guluk, Sumenep, Jum'at (11/5). 

Pengasuh Pesantren Nurul Jadid, Dusun Sakaddu' Barat, Desa Bungbaruh, Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur tersebut mengurai tiga macam manusia mulia.

"Orang bisa mulia karena tiga macam. Pertama, mulia karena pangkat. Contohnya seperti kepala desa, bupati, gubenur, dan sejenisnya," tegas Kiai Basid.

Kedua, tambah magister theologi Islam tersebut, adalah mulia karena punya keahlian atau profesi. Seperti tukang bangunan, penyanyi, jurnalis, dan sebagainya. 

"Yang ketiga ialah mulia karena ilmu. Ulama, ustadz, dan kiai itu semua mulia karena ilmunya," papar Kiai Basid.

Tapi kemulian karena jabatan dan profesi, tegasnya, tidak lama. Sebab, ia dibatasi dengan waktu.

Berbeda dengan orang mulia karena ilmu, tekan Kiai Basid, ia akan abadi sepanjang masa. Ilmunya tetap mengalir meskipun orangnya sudah meninggal karena diteruskan oleh santrinya.

"Betapa pentingnya ilmu bagi generasi muda untuk membangun masa depan yang cemerlang. Masa keemasan Islam dulu bisa kembali di era sekarang hanya dengan cara semangat mendidik anak-anak menjadi orang yang berilmu," tukasnya. (Hairul Anam/Muiz)