::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Kemnaker dan IBM Kerja Sama Tingkatkan Layanan Ketenagakerjaan

Jumat, 11 Mei 2018 20:15 Nasional

Bagikan

Kemnaker dan IBM Kerja Sama Tingkatkan Layanan Ketenagakerjaan
Jakarta, NU Online
Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi International Business Machines (IBM) untuk meningkatkan integrasi sistem teknologi yang ada di Kemnaker. Dengan adanya sistem teknologi yang terintegrasi diharapkan layanan ketenagakerjaan akan berjalan lebih baik.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dan perwakilan IBM yang berlangsung di Ruang Rapat Menteri Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (11/5(. Direncanakan kerja sama ini melibatkan 15 orang Tim IBM yang berasal dari delapan negara.

Direktur CSR IBM Indonesia, Santi Diansari menjelaskan kerja sama ini diharapkan mampu mencerminkan teknologi sebagai sistem penyelesaian masalah terbaik. "Kami harap output kerja sama ini memberikan bantuan technical information untuk meningkatkan layanan ketenagakerjaan yang dilakukan Kemnaker," papar Santi. 

Direktur Pengembangan Pasar Kerja Kemnaker Roostiawati menjelaskan, kerja sama dengan IBM ini akan berjalan selama sebulan ke depan. Dalam pelaksanaannya, Tim IBM yang terdiri dari 15 orang akan melakukan research terhadap sistem teknologi yang diterapkan oleh unit-unit kerja Kemnaker. 

"Tujuannya mengkonsolidasikan sistem-sistem yang ada di Kemnaker untuk menjadi sistem yang terintegrasi satu sama lain," kata Direktur Roostiawati. 

Ia menjelaskan, kerja sama ini mencakup tiga unit kerja, yakni Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang), Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK), dan Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas).  "Ini yang akan diintegrasikan agar pelayanan kepada masyarakat lebih meningkat dengan memanfaatkan perkembangan teknologi" katanya.

Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri menyambut baik kerja sama ini. Ia berkeyakinan bahwa teknologi yang diimplementasikan dengan baik akan meningkatkan sistem yang sudah diterapkan Kemnaker. "Saya percaya bahwa keberadaan teknologi akan membantu perkembangan layanan ketenagakerjaan kita menjadi lebih baik," kata Menteri Hanif. 

Menaker mencontohkan dengan pengawasan ketenagakerjaan, di mana jumlah pengawas ketenagakerjaan pada tahun 2018 sebanyak 2.676 orang harus mengawasi 268.282 perusahaan. "Maka saya kira kelemahan semacam ini bisa kita tutup dengan inovasi dan implementasi teknologi dengan baik," kata Menteri Hanif. (Red: Kendi Setiawan)