::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sopir Angkot dan Pemuka Agama di Depan Pintu Surga

Sabtu, 12 Mei 2018 09:35 Humor

Bagikan

Sopir Angkot dan Pemuka Agama di Depan Pintu Surga
Alkisah dalam kebangkitan hidup di akhirat, tiga pemuka agama terlihat berdebat tentang siapa yang berhak masuk pintu surga terlebih dahulu. Malaikat tidak mau memutuskan siapa yang boleh masuk terlebih dahulu sebelum debat mereka clear.

Namun, tiba-tiba saja ada seorang pemuda compang-camping, tidak terlalu gagah mendekati pintu surga meminta masuk kepada Malaikat. Malaikat mengecek buku daftarnya, tak lama Malaikat mempersilakan pemuda itu masuk surga. Tiga pemuka agama tersebut protes.

Salah satu pemuka agama bertanya, “Pak Malaikat, itu tadi siapa? Kok langsung nyelonong masuk surga?”

“Itu si Ucok, pemuda rantau asal sebuah desa di ujung Sumatera,” jawab Malaikat.

“Emang dia kelebihannya apa dibanding kita bertiga, kok nggak ditanya?”

“Dia sopir angkot jurusan Senen-Kampung Melayu tukang ngebut,” jelas Malaikat.

“Loh, lha kita bertiga ini pemuka agama. Kita lebih berhak masuk surga duluan dibanding dia.”

Malaikat mengungkap, “Ah sampeyan bertiga ini gimana. Justru karena si Ucok ini tukang ngebut saat bawa angkot membuat para penumpang selalu menyebut-nyebut nama Gusti Allah supaya nggak kecelekaan. Sampeyan bertiga ini sebaliknya, kalau ceramah dan khotbah bikin jamaah bosen dan ngantuk semua. Boro-boro jamaah mau berkhidmah dan ingat kepada Allah.” (Ahmad)

Disarikan dari buku “Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam (2013).