::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Gus Mus: Kekerasan dan Kekejaman Bukan dari Islam

Ahad, 13 Mei 2018 19:45 Nasional

Bagikan

Gus Mus: Kekerasan dan Kekejaman Bukan dari Islam
ilustrasi stopfitnah.com
Jakarta, NU Online
KH Ahmad Mustofa Bisri menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan kekejaman tidak berasal dari Islam, bukan ajaran Islam. 

“Kekerasan dan kekejaman bukan dari Islam,” tulis Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang itu melalui akun Facebooknya, Ahad (13/5).

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menyatakan bahwa Allah sebagai Tuhan yang disembah oleh Muslim memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

“Islam bertuhankan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan datang rahmatan lil’ãlamïn,” lanjutnya.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menyatakan bahwa kekerasan dan kekejaman lahir dari kebodohan.

“Kekerasan dan kekejaman lahir dari kebodohan yang dihasut oleh fitnah kedengkian,” pungkasnya.

Statusnya ini telah dibagikan sebanyak 5.520 kali dan menuai tanggapan lebih dari 12 ribu orang. Statusnya itu juga menuai beragam komentar. Banyak di antaranya yang mendukung pendapatnya tersebut, salah satunya dari sastrawan Joni Ariadinata. 

Ia berkomentar, “Leres, Simbah Kakung Ahmad Mustofa Bisri.” Gus Mus menulis hal yang sama di akun Twitternya @gusmusgusmu. Twitannya itu sudah di-retweet sebanyak 13 ribu kali dan menuai 250 komentar serta 9.600 suka.

Status Facebook Gus Mus ini rupanya sebagai responsnya terhadap peristiwa ledakan bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, yakni Gereja Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna pada Ahad (13/5) pagi tadi.

Di hari yang sama, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror juga menembak mati empat orang terduga teroris di Cianjur, Jawa Barat. Mereka, menurut kepolisian, akan menyerang Markas Korps Brigade Mobil (Mako Brimob) Kepolisian Republik Indonesia di Depok, Jawa Barat. 

Sebelumnya, beberapa hari lalu juga 155 narapidana terorisme melakukan tindakan terorisme di Mako Brimob tersebut. (Syakir NF/Muiz)