::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Perlawanan Pelajar NU Bondowoso Terhadap Hoaks

Senin, 14 Mei 2018 16:00 Daerah

Bagikan

Perlawanan Pelajar NU Bondowoso Terhadap Hoaks
Pelatihan Jurnalistik LTNNU, IPNU dan IPPNU Bondowoso
Bondowoso, NU Online
Di era perkembangan teknologi informasi khususnya internet dan media sosial saat ini, masyarakat harus mampu melawan fenomena berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian yang dengan gampang tersebar di dunia maya. Apalagi generasi muda era milenial, yang paling banyak memanfaatkan teknologi ini, perlu memiliki dasar-dasar kemampuan jurnalistik sehingga tidak terseret arus negatif media sosial.

Hal inilah yang menjadi perhatian Pengurus Cabang  (PC) Lembaga Ta'lif Wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama (NU) Bondowoso bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Curahdami sehingga mengadakan pelatihan jurnalistik.

"Tentunya di zaman milenial ini sangat dibutuhkan untuk melawan berita hoaks dan melawan tulisan yang berisi hasutan radikalisme," kata Ketua LTN NU Bondowoso Andiono Putra terkait tujuan kegiatan tersebut, Ahad (13/5).

Pelatihan yang diikuti pelajar dan mahasiswa Se-Kecamatan Curahdami di Aula SMA Pondok Pesantren Nurul Ma'rifah, Poncogati Curahdami ini diharapkan mampu menjadi bentuk perlawanan terhadap hoaks melalui kader NU yang mempunyai kemampuan dalam dunia jurnalistik.

Dengan kemampuan jurnalistik yang dimiliki, para kader muda NU mampu melawan hoaks melalui kontra narasi terhadap radikalisme dalam bentuk karya jurnalistik berkualitas seperti berbagai karya tulis yang akan dikonsumsi oleh jutaan kepala para pembaca.

Apalagi fakta sudah terlihat saat ini, kelompok-kelompok radikal yang pro dengan kekerasan telah menebar doktrinnya dengan memanfaatkan media sosial. Mereka memproduksi berbagai informasi yang menyesatkan dengan berita bohong dan ujaran kebencian.

Fakta inilah yang membuat Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Nurul  Ma'rifah KH Muhammad Ilyasa' Kholis mengajak kader NU di zaman milenial ini untuk memanfaatkan media sosial dengan kamampuan jurnalistik.

Ia berharap dengan kemampuan jurnalistik yang dimiliki kader-kader NU akan semakin mempersempit pergerakan kelompok-kelompok radikal serta mampu mengidentifikasi mana berita yang benar dan mana yang masuk kategori hoaks.

Dalam pelatihan ini peserta dilatih berbagai macam bentuk kemampuan jurnalistik seperti teknik peliputan serta dikenalkan dengan berbagai jenis berita dan teknik-teknik penulisannya. (Ade Nurwahyudi/Muhammad Faizin)