::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Bom Surabaya Bukanlah Jihad Fi Sabilillah

Senin, 14 Mei 2018 21:45 Nasional

Bagikan

Bom Surabaya Bukanlah Jihad Fi Sabilillah
KH Abdurrouf Maimoen Zubair
Rembang, NU Online 
KH Abdurrouf Maimoen Zubair yang merupakan salah satu putra Mustasyar PBNU, KH Maimoen Zubair menyoal terkait terjadinya beberapa bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo bukanlah merupakan kegiatan jihad fi sabilillah.

Hal itu dikatakan saat memberikan tausiyah pada acara wisuda santri Yayasan Pendidikan Hidayatul Muslimin Desa Kumbo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (14/5). 

"Dulu yang dinamakan jihad fi sabilillah itu melawan orang kafir. Tetapi bom di Surabaya saat ini adalah bukan jihad melawan orang non muslim (kafir), yang meninggal di sana ada juga orang Islam," ujarnya.

Bahkan Rosulullah SAW memperingatkan, lanjutnya, kepada kita siapa saja yang membunuh orang kafir yang ada perjanjian dengan kita (orang Islam), karena pada hakikatnya orang non muslim di Indonesia telah mengikuti pemerintahan (yang dipimpin orang muslim).

"Apa ada orang non muslim yang memberontak pemerintah? Artinya apa, dia sudah ada perjanjian dengan pemerintah kita. Dan Alhamdulillah selama ini pemerintahan kita dipegang oleh orang muslim terus," jelasnya.

Yayasan Pendidikan Hidayatul Muslimin pada tahun ini serentak melaksanakan wisuda pada jenjang pendidikan Raoudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtiadiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Gus Rouf menambahkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, siapa yang membunuh orang mu'ahad (orang non muslim yang ada perjanjian dengan Islam), jangan kok masuk surga, mencium baunya saja tidak bisa.

"Padahal wanginya surga bisa tercium jarak 40 tahun (perjalanan)," ujarnya.

Sebelum memberikan tausiyah, KH Abdurrouf Maimoen Zubair juga memimpin pembacaan yasin fadhilah yang diikuti oleh seluruh hadirin. (Aan Ainun Najib/Muiz)