::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Cegah Terorisme, Masyarakat Diminta Bentengi Diri, Keluarga dan Kerabat

Selasa, 15 Mei 2018 08:00 Daerah

Bagikan

Cegah Terorisme, Masyarakat Diminta Bentengi Diri, Keluarga dan Kerabat
Ketua LTMNU Jombang, Moh. Makmun (kiri)
Jombang, NU Online
Aksi kejahatan terorisme belakangan kian marak di berbagai tempat dan kesempatan. Setelah di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat beberapa waktu, aksi teror kemudian bergerak ke Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Aksi terorisme yang kesemuanya tak manusiawi itu tentu tak diinginkan oleh semua pihak. Terbukti, sejak peristiwa tersebut terjadi, tak sedikit kalangan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan mengecam serta mengutuk keras atas tindakan teror.

Mencegah aksi biadab itu, selain dengan berkoordinasi intens dengan aparat keamanan tatkala diketahui ada sesuatu yang mencurigakan, juga tak kalah penting membentengi diri sendiri, keluarga dan kerabat dekat.

"Cara paling ampuh melawan terorisme adalah dengan cara membentengi diri sendiri, keluarga dan kerabat," kata Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Jombang, Moh Makmun, Senin (14/5).

Terjadinya peristiwa teror yang diketahui akhir-akhir ini terus bertubi, menurutnya harus dijadikan pelajaran penting bagi setiap individu untuk menjaga serta mengawasi keluarga dan kerabatnya masing-masing.

"Jangan acuh tak acuh dengan lingkungan kita," imbau salah seorang dosen di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Rejoso Peterongan Jombang ini. 

Di samping itu, penting pula untuk mengawasi konsumsi bacaan buku, majalah dan sejenisnya, juga media yang dijadikan rujukan informasi baik media online ataupun cetak. Pasalnya, yang demikian itu dapat mempengaruhi sikap setiap individu. 

"Awasi bacaan dan media, karena mereka juga mencuci otak orang yang imannya tipis dengan informasi hoaks. Kalau ucapan dan tulisan mengandung hujatan, cacian dan makian maka jangan pernah dibaca dan jangan didengar," jelasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)