::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pernyataan Lengkap Tokoh Lintas Agama dan Profesi terkait Tindakan Terorisme

Selasa, 15 Mei 2018 13:39 Nasional

Bagikan

Pernyataan Lengkap Tokoh Lintas Agama dan Profesi terkait Tindakan Terorisme
Jakarta, NU Online 
Menanggapi tindakan terorisme yang terjadi di Mako Brimob Depok dan pelaku bom bunuh diri di sejumlah gereja di Surabaya, serta rentetan tindakan terorisme lainnya, sejumlah tokoh masyarakat yang tergabung dalam Gerakkan Warga Lawan Terorisme menyatakan sikap. Mereka mengutuk tindak kejahatan terorisme dan menyampaikan duka cita kepada para korban. 

"Gerakan Warga Lawan Terorisme dengan ini menyatakan tekad bersama untuk melawan aksi terorisme yang telah menghancurkan nilai kemanusiaan dan menyebarkan rasa ketakutan serta memecah belah bangsa, serta dalam jangka panjang dapat menghancurkan NKRI," kata Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Aula Rumah Pergerakan Gusdur, jalan Taman Amir Hamzah No. 8 Pegangsaan, Jakarta Pusat, Selasa (15/5).

Selain Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, beberapa tokoh masyarakat yang hadir di antaranya, Saparinah Sadli, Musdah Mulia, Hendardi, Henny Supolo, Sandra Moniaga, Mariana Amiruddin, Hadad Alwi, sejumlah perwakilan tokoh lintas agama, dan pekerja seni.

Mereka percaya bahwa persaudaraan anak bangsa akan semakin kokoh dalam menghadapi tantangan terorisme untuk mempertahankan Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. 

Ada empat poin yang disampaikan secara bergantian oleh tokoh masyarakat. Berikut pernyataan sikap mereka:

  1. Mendukung penuh sikap aparat penegak hukum dan pemerintah untuk segera menghentikan teror dan menindak tegas para pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi-aksi teror;
  2. Mendorong pemerintah untuk memastikan pemulihan yang efektif kepada para korban dan keluarganya;
  3. Mendesak pemerintah dan parlemen untuk segera mensahkan revisi UU Antiterorisme sebagai bagian dari sistem peradilan pidana (criminal justice system) yang didasarkan supremasi sipil sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia;
  4. Mendesak pemerintah untuk lebih proaktif dalam memulihkan dan memberikan rasa aman serta perlindungan terhadap segenap warga dari berbagai bentuk teror.
Gerakan Warga Lawan Terorisme juga memberikan catatan kepada pemerintah untuk melakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Segera menangkap dan memproses hukum jaringan dan otak dibalik teror bom bunuh diri, dengan tetap menghormati HAM dan proses hukum yang adil;
  2. Memperkuat kerjasama seluruh institusi pemerintahan di tingkat daerah dan nasional, badan legislatif, institusi penegak hukum dalam memberantas radikalisme, ekstremisme terorisme;
  3. Mengevaluasi dan mengoptimalkan program deradikalisasi bagi para militan yang kembali dari luar negeri;
  4. Membangun mekanisme pencegahan dan peringatan dini yang lebih tanggap dan efektif dengan melibatkan jajaran aparatur pemerintahan sejak dari RT, dan RW, Bhabinkamtibmas;
  5. Mengoptimalkan dukungan warga dengan membuka akses yang lebih luas dalam memberikan pengaduan kepada kepolisian tentang kegiatan-kegiatan yang dicurigai mengarah pada radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
  6. Memberantas perkembangan paham intoleran dan radikalisme di jajaran aparatur negara dalam segenap institusi eksekutif, legislatif, yudikatif; Polri serta lembaga negara lainnya;
  7. Menyegerakan reformasi pendidikan untuk mengatasi perkembangan paham intoleran dan radikal;
  8. Mewujudkan jaminan perlindungan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan;
  9. Meningkatkan dukungan pada inisiatif warga dalam menyemai pendidikan intoleransi, HAM, dan perdamaian;
  10. Senantiasa mengembangkan upaya untuk menjembatani komunikasi lintas budaya, agama, dan keyakinan. 

Selain itu, mereka juga menyerukan kepada masyarakat luas untuk:

  1. Menjaga dan memperkuat bangunan persatuan dan harmoni serta mempererat ikatan antarsuku, agama atau kepercayaan, ras, dan antargolongan (SARA) agar tidak mudah diadu domba oleh teroris dan pihak manapun;
  2. Memperkuat kohesi sosial dengan merawat dan menghidupkan semangat Bhineka Tunggal Ika.
  3. Terlibat aktif mengawasi lingkungannya dan bekerja sama dengan aparat untuk melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan.
(Husni Sahal/Zunus)