::: NU: Kepastian awal Ramadhan akan diikhbarkan pada 15 Mei 2018 petang hari ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mandi Belimau, Tradisi Masyarakat Riau Sambut Ramadhan

Rabu, 16 Mei 2018 05:15 Daerah

Bagikan

Mandi Belimau, Tradisi Masyarakat Riau Sambut Ramadhan
Ilustrasi: kompas.com
Pekanbaru, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah menetapkan awal bulan Ramadhan 1439 H jatuh pada hari Kamis (17/5). Seluruh Muslim di Indonesia menyambutnya dengan suka cita. Berbagai tradisi penyambutan digelar di akhir bulan sebelumnya, Sya'ban. Pawai obor umum dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.

Berbeda dengan Muslim pada umumnya, Muslim Riau memiliki tradisi mandi belimau. Ritual ini dilakukan pada satu hari menjelang bulan puasa, khususnya oleh warga di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Kampar.

Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau KH Ahmad Ghozali Syafi'i menuturkan, mandi belimau dianggap masyarakat setempat sebagai sarana menyucikan diri guna menyambut Ramadhan.

"Mereka (masyarakat Riau) menganggap bahwa mandi belimau itu adalah menyucikan diri untuk menghadapi bulan suci Ramadhan," ujarnya kepada NU Online sesaat sebelum berlangsungnya silaturahim PBNU dan PWNU se-Indonesia di Pekanbaru, Riau, pada Rabu (9/5).

Mandi belimau, adalah mandi dengan air yang telah dimasukkan potongan-potongan jeruk limau. Ibarat ikan yang berbau amis, katanya, limaulah yang dipercaya mampu menghilangkan bau tersebut. "Ikan itu kan ada anyir, amis. Seakan-akan kita itu diibaratkan seperti itulah," Kiai Ghozali mengibaratkan.

Ia mengungkapkan bahwa ritual mandi belimau ini dilakukan di tempat yang sudah disiapkan. Ada juga yang menggelarnya di sungai. Warga melakukan mandi tersebut secara bersamaan. "Mandinya itu sama-sama. Kadang ada di sungai," ucap Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau itu.

Kiai Ghozali juga menyebutkan, selain mandi belimau, masyarakat Riau biasanya mengadakan berbagai macam perlombaan untuk menyambut bulan penuh berkah itu. (Syakir NF/Kendi Setiawan)