::: NU: Kepastian awal Ramadhan akan diikhbarkan pada 15 Mei 2018 petang hari ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Optimalkan Peran, Fatayat NU Pekalongan Bentuk Satgas PPA Hingga Ranting

Rabu, 16 Mei 2018 12:00 Daerah

Bagikan

Optimalkan Peran, Fatayat NU Pekalongan Bentuk Satgas PPA Hingga Ranting
Walikota di Peringatan Harlah Fatayat Kota Pekaongan
Pekalongan, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Pekalongan Jawa Tengah menggelar peringatan Harlah Fatayat NU Ke-68, Ahad (13/5) di Gedung MSI Hifal Pekalongan. 

Kegiatan peringatan yang mengambil tema Menghitung Perempuan dalam Politik untuk Indonesia yang Berkeadilan, Fatayat menggunakan momentum Harlah untuk membangkitkan kesadaran perempuan agar berdaya dan mampu turut serta dalam berbagai kepentingan masyarakat.

Salah satu program kerja Fatayat untuk mewujudkan peran serta secara nyata di masyarakat yakni pembentukan tim Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) hingga ke tingkat ranting. Sebelumnya, Satgas PPA Fatayat tingkat kota sudah setahun lalu dibentuk dan sudah melakukan berbagai advokasi kasus kekerasan perempuan dan anak.

"Untuk mewujudkan tema tersebut, kami sudah bergerak melalui forum diskusi dan rapat kerja Fatayat. Jika ada hal-hal yang menyangkut kepentingan perempuan maupun masyarakat secara umum, kami dorong agar Fatayat bisa bergerak ikut menyuarakannya," ucap Ketua PC Fatayat NU Kota Pekalongan, Faizah.

Dijelaskan, Satgas PPA Fatayat di tingkat kota sudah melakukan pendampingan terhadap seorang korban kekerasan dalam rumah tangga. Sehingga ke depan, dengan dibentuk Satgas PPA di tingkat ranting maka fungsi satgas akan semakin maksimal. 

"Tidak hanya advokasi tentang kekerasan perempuan dan anak, tapi banyak hal lain. Seperti jika pelayanan masyarakat yang kurang, kami dorong teman-teman agar berani bersuara. Itu menjadi bekal dalam berkiprah dan memberikan manfaat yang nyata di masyarakat," tuturnya.

Pemberdayaan perempuan terutama dalam bidang politik, kembali didengungkan karena saat ini bertepatan dengan tahun politik baik tahun 2018 maupun tahun 2019. 

Dikatakan Faizah, selama ini perempuan hanya menjadi bahan eksplorasi kepentingan politik tanpa menempatkan fungsi yang sebenarnya. Ia mencontohkan dalam dunia politik praktis, melihat jumlah DPT Kota Pekalongan saja jumlah pemilih perempuan lebih besar, dan hal itu jelas menjadi lumbung sasaran bagi pemilik kepentingan.  

"Perempuan sebenarnya memiliki posisi yang strategis. Namun selama ini belum tampak nyata bagaimana fungsi perempuan yang strategis itu benar-benar bisa dimaksimalkan," tambahnya.

Dalam peringatan Harlah ke 68 kali ini, Fatayat menggelar beberapa kegiatan diantaranya lomba-lomba internal yang diikuti ranting dan anak cabang, sembako murah bekerjasama dengan LPNU hingga pembuatan KTA Fatayat bekerjasama dengan BNI. 

Sebelumnya, peringatan Harlah sudah digelar sejak 24 April dengan kegiatan khotmil Qur'an sebanyak 27 kali serta dialog politik bersama KPU.

Puncak peringatan Harlah Fatayat ke 68, dibuka langsung oleh Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz. (Nisa'/Muiz