::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

FKUB Bondowoso Minta Pemerintah Hidupkan Kembali Pendidikan Pancasila

Rabu, 16 Mei 2018 23:00 Daerah

Bagikan

FKUB Bondowoso Minta Pemerintah Hidupkan Kembali Pendidikan Pancasila
Pengurus FKUB Bondowoso
Bondowoso, NU Online
Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bondowoso menyikapi terhadap peristiwa pengeboman di Surabaya dengan mendesak kepada pemerintah agar pendidikan Pancasila, kewarganegaraan, dan kewaspadaan berbangsa dan bernegara supaya dihidupkan  kembali di sekolah-sekolah maupun di masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Ketua FKUB Bondowoso H Saiful Haq saat melakukan pertemuan dengan anggota FKUB menyikapi terhadap kasus Surabaya beberapa waktu yang lalu, Rabu (16/5) sore.

Dikatakan, itu merupakan kegiatan yang boleh jadi di manfaatkan oleh kekuatan-kekuatan jahat yang ingin menghancurkan nilai-nilai kerukunan umat beragama dan persaudaraan, se-bangsa dan se-negara Republik Indonesia ini.

"Orang tersebut tidak punya ideologi yang benar dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Ke-Binekaan dan Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia (NKRI)," jelasnya kepada NU Online.

Ia berharap kepada tokoh-tokoh agama, elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan kejadian di Surabaya karena tidak ada kaitannya dengan ajaran agama manapun.

Pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bondowoso Martin mengatakan, Sebenarnya sangat miris dan kasihan khususnya kepada terorisnya sendiri, karena mereka seperti kondisinya yang sudah telanjur didoktrin, sehingga sesuatu yang sudah rela mengorbankan diri.

"Ini yang paling utama mestinya melalui pendidikan Pancasila, karena pendidikan Pancasila mulai agak meredup tidak seperti zaman-zaman sebelumnya," pintanya. (Ade Nurwahyudi/Muiz