: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

IPNU Sumenep: Menjaga Marwah NU adalah Tugas Bersama

Kamis, 17 Mei 2018 07:30 Daerah

Bagikan

IPNU Sumenep: Menjaga Marwah NU adalah Tugas Bersama
Sumenep, NU Online
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) memiliki peran penting dalam membesarkan NU. Hal tersebut lantaran keberadaan badan otonom yang bergerak di lingkungan madrasah, sekolah serta kampus ini sebagai fondasi bagi kader NU masa depan.

Hal tersebut diingatkan Musyfikurrahman selaku Ketua Pimpinan Cabang IPNU Sumenep saat melantik kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Dungkek, Sumenep, Jawa Timur. Kegiatan berlangsung di aula Balai Latihan Kerja Tarbiyatus Syibyan, Selasa (16/5).

Sebagai penopang utama ketersediaan kader, maka tugas pelajar NU adalah menjaga marwah atau kewibawaan jam’iyah.  Hal tersebut dibuktikan dengan tetap komitmen kepada garis perjuangan NU, yakni mempertahankan Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja an-Nahdliyah. “Organisasi IPNU dan IPPNU tentu harus betul-betul mempertahankan Aswaja," tegasnya.

Dengan dilantiknya kepengurusan IPNU dan IPPNU di kawasan tersebut, mempunyai tugas sangat berat. “Namun itu semua akan menjadi mudah jika saling bekerja sama,” ungkapnya.  

Selanjutnya, Musyfikurrahman mengingatkan komitmen organisasi ini dalam berkhidmat.  "Selamat kepada rekan dan rekanita yang barusan dilantik. Selamat belajar, berjuang dan bertaqwa," tuturnya.

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Kecamatan Dungkek  KH Tirmidzi  mengingatkan kiprah dan sumbangsih yang telah diberikan NU. Termasuk saat menerima Pancasila sebagai ideologi negara  pada perhelatan Munas Alim Ulama tahun 1983 yang dikukuhkan pada Muktamar ke-27 NU di Situbondo. 

"Nahdlatul Ulama adalah organisasi pertama yang mengakui Pancasila," tegasnya. Dirinya juga menambahkan kepada kader IPNU dan IPPNU untuk terus berjuang bersama NU, lanjutnya.

Kiai Tirmidzi juga mengingatkan bahwa IPNU dan IPPNU harus memiliki kebulatan tekad untuk melawan setiap upaya yang merongrong eksistensi bangsa ini. “Jangan ragu untuk mengatakan bahwa NU, termasuk di dalamnya IPNU dan IIPNU bukan organisasi radikal," tandasnya.

Pelantikan juga diisi pemberian santunan kepada yatim dengan tema. Kegiatan ini bertemakan  Ikhlas Berkhimat, Kokoh ber-Aswaja Sucikan Diri di Bulan Suci. Dan tampak hadir perwakilan MWCNU dan badan otonom, seperti Ansor, Fatayat dan Muslimat. (Mahrus/Ibnu Nawawi)