::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

FKUB: Masyarakat Jangan Takut pada Terorisme

Kamis, 17 Mei 2018 20:00 Daerah

Bagikan

FKUB: Masyarakat Jangan Takut pada Terorisme
Dukungan masyarakat jangan takut pada terorisme
Jepara, NU Online 
Tokoh lintas agama, Muspika  dan warga masyarakat Kecamatan Kembang kabupaten Jepara memberikan dukungan kepada aparat keamanan untuk memerangi paham radikalisme dan terorisme yang sedang mengoyak bangsa Indonesia saat ini.

Kegiatan itu dirangkai dalam Safari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Kembang dilaksanakan di Aula Balai Desa Sumanding Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, Rabu (16/5) kemarin.
  
Dalam kegiatan yang diinisiasi PC Lakpesdam NU Jepara dan FKUB Kecamatan Kembang serta didukung Muspika Kembang hadir Camat Kembang M Syafi’i, Kapolsek Budi Wiyono, Danramil Sugiri, Ketua FKUB Kembang Ridwan, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, dan warga masyarakat.

Ahmadun, Wakil Ketua PC Lakpesdam NU Jepara menyatakan dukungan dari tokoh lintas agama, Muspika, dan warga masyarakat kepada pihak keamanan  mempunyai 2 pesan sangat penting. Pertama, semua elemen masyarakat tidak boleh takut pada terorisme. Kedua, bersama pihak keamanan semua elemen masyarakat siap melawan terorisme.

Melihat fenomena teror yang terjadi belakangan ini, Camat Kembang M Syafii turut prihatin dan bersedih atas kejadian tersebut.  Pihaknya menyatakan tidak ada agama manapun yang mengajarkan manusia untuk membunuh manusia lainnya. 

Karena itu ia mengajak warga masyarakat untuk saling menghargai dan menghormati sesama warga negara Indonesia. Senada dengan M. Syafi’i, ketua FKUB Kecamatan Kembang Ridwan menjelaskan bahwa semua agama mengajarkan kasih sayang, 

“Oleh karena itu kita wajib menghargai dan menghormati pada sesama manusia meskipun berbeda suku, ras, bahasa, ataupun agama,” jelasnya. 

Kapolsek Kembang, Budi Wiyono melanjutkan perlu meningkatkan  sinergitas semua elemen masyarakat dalam memerangi teror dan paham radikal yang terjadi di bumi Indonesia. 

Budi dalam keterangannya sinergitas elemen masyarakat dapat diwujudkan dengan cara pelibatan masyarakat dalam cipta pengamanan dan kondusivitas daerah dengan melibatkan Polri, TNI, Banser dan Kokam secara bersama-sama.

Sedangkan Danramil Bangsri, Sugiri yang juga membawahi Kecamatan kembang menyatakan untuk menjaga kondusifitas wilayah diperlukan komunikasi yang intens antara aparat keamanan, aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga masyarakat. 

Safari FKUB Kecamatan Kembang merupakan media komunikasi tokoh lintas agama di Kecamatan Kembang yang mempunyai tujuan utama untuk menggaungkan sikap toleransi, menghargai, dan saling menghormati di antara elemen masyarakat guna menjaga NKRI yang majemuk yang terbingkai dalam Bhineka Tunggal Ika. (Syaiful Mustaqim/Muiz)