::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

KH Buchori Masruri Berdakwah melalui Musik Nasida Ria

Kamis, 17 Mei 2018 20:30 Nasional

Bagikan

KH Buchori Masruri Berdakwah melalui Musik Nasida Ria
foto: solopos
Jakarta, NU Online 
KH Buchori Masruri selain dikenal sebagai mubaligh atau penceramah atau disebut juga dai, dikenal juga sebagai pencipta lagu. Sebagai seorang dai, lagunya pun yang dibawakan grup musik kasidah Nasida Ria, bernuansa dakwah. 

“Saya ini jadi mubaligh, dakwahnya tidak hanya pengajian tok, tapi lewat lagu. Lagunya banyak,,” ungkap Kiai Buchori pada ceramah haul gurunya, KH Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, 2016 lalu.  

Ketua PWNU Jawa Tengah 1985-1995 menyebutkan di antara lagunya yang terkenal adalah Perdamaian. Lagu ini pernah diaransemen ulang oleh grup band Gigi dengan judul sama. 

Perdamaian ini penciptanya adalah alumni Krapyak,” kata pencipta lagu yang menggunakan nama samaran Abu Ali Haidar. 

Lagu tersebut, lanjutnya, mendapat penghargaan tertinggi, yaitu Platinum Award. Tak hanya itu, lagunya yang lain, yaitu Dunia dalam Berita dijadikan sountrack sebuah film di luar negeri. Para pembuat film itu dengan resmi datang menghadap Kiai Buchori meminta hal itu.    

Menurut dia, semua lagu buah karyanya bertujuan untuk dakwah. . Tidak ada lagunya yng berisi guruan. 

Semasa jadi santri KH Ali Maksum Krapyak, ia sering disuruh untuk menuliskan ungkapan-ungkapan peribahasa bahasa Arab. Hal itu, di kemudian hari juga menjadi salah satu sumber lagunya

Menurut dia, Kiai Ali Maksum yang pernah jadi Rais Aam PBNU itu juga diam-diam kerap mengetuk-ngetukkan jarinya ke kursi atau meja. Sementara mulutnya seperti mengeluarkan nada, yang terdengar hanya …na… na…na… 

Selain di Krapyak, KH Buchori juga pernah nyantri kepada KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Ia merupakan salah seorang teman KH Abdurrahman Wahid sehingga memiliki banyak cerita tentangnya.

Adik kandung Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH Ghozali Masruri ini wafat Kamis (17/5) di Semarang. (Abdullah Alawi)