::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Tangkal Gerakan Radikal dengan Kampung NU

Jumat, 18 Mei 2018 07:00 Daerah

Bagikan

Tangkal Gerakan Radikal dengan Kampung NU
Magetan, NU Online
Tantangan bagi kian berkembangnya gerakan radikal, diantisipasi dengan mendirikan Kampung NU. Diharapkan gerak para teroris semakin sempit, dan masyarakat semakin tenang dalam beraktifitas.

Hal tersebut sebagaimana dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Magetan, Jawa Timur. Sejumlah desa di kawasan ini mendirikan Kampung NU sebagai jawaban atas kian merebaknya aksi terror dan gerakan radikal.

Penjelasan ini sebagaimana disampaikan Sekretaris PCNU Kabupaten Magetan, Sudarto. "Kampung NU mempresentasikan NU secara kecil. Mewariskan nilai NU di situ. Budaya dibaan, shalawatan, budaya Ahlussunnah wal Jamaah, termasuk membuat struktur NU, "kata Sudarto usai meresmikan Kampung NU di Kecamatan Bendo, Rabu (16/5).

Menurutnya, kampung NU dirancang dapat menangkal paham radikal yang bisa merasuki siapapun. Di kawasan tersebut, seluruh aktifitas masyarakat disesuaikan dengan tradisi NU.

Dalam penuturannya, hingga kini sudah ada empat kampung NU yang diresmikan. Yaitu Desa Turi Kecamatan Panekan, Desa Tapen Kecamatan Lambeyan, dan Kartoharjo.  "Sepuluh tahun ke depan mayoritas kampung di Magetan sudah ada kampung NU dan tentu saja mampu membersihkan dari gerakan radikalisme," jelasnya.

Sudarto menuturkan, ide untuk membangun kampong NU di kawasan ini sudah dirintis dua tahun silam. Setiap tahun, ia menargetkan ada empat kampong NU baru yang akan diresmikan. "Tujuanya untuk menangkal paham radikal masuk ke kampung. Kami juga ingin menyampaikan Islam rahmatal lilalamin ala NU kepada masyarakat," kata Sudarto.

Untuk memastikan pengetahuan dan pemahaman keagamaan tertanam dengan baik, kader NU yang ada di kampong NU diberi pelatihan Pendidikan Kader Penggerak NU yang digelar PCNU. Ini merupakan upaya regenerasi kader militan NU di kawasan tersebut.

Berbeda dengan kampung pada umumnya, di kampong NU terdapat struktural kepengurusan NU di tingkat desa. Selain itu, seluruh badan otonom (banom) juga akan diaktifkan kembali. Seperti IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat, Ansor, dan beberapa banom lain.

"Kami ingin menghidupkan kampung di Magetan dengan amaliah NU. Selain itu, juga untuk menangkal paham radikal yang meresahkan bangsa dan negara," pungkasnya.  (Red: Ibnu Nawawi)