::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Kabar Gembira, Mesir Buka Perbatasan Gaza-Rafah selama Ramadhan

Jumat, 18 Mei 2018 15:00 Internasional

Bagikan

Kabar Gembira, Mesir Buka Perbatasan Gaza-Rafah selama Ramadhan
Foto: alwaght.com
Gaza, NU Online
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menginstruksikan untuk membuka perbatasan Rafah dengan jalur Gaza selama bulan suci Ramadhan. Dengan demikian, ini akan menjadi rekor pembukaan jalur Gaza ke Mesir terlama. Perbatasan Mesir dengan Palestina sebagian besar ditutup, akan tetapi jalur perbatasan tersebut terbuka secara berkala.

“Saya mengeluarkan instruksi kepada lembaga terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melanjutkan pembukaan penyeberangan Rafah selama bulan suci Ramadhan,” kata al-Sisi melalui akun Twitter pribadinya @AlsisiOfficial, Jumat (18/5).

Al-Sisi menyebutkan bahwa alasannya membuka jalur perbatasan tersebut adalah untuk meringankan penderitaan warga Palestina yang berada di sepanjang jalur Gaza.

“(pembukaan ini) Untuk meringankan beban saudara-saudara di Jalur Gaza,” lanjut al-Sisi.

Setelah serangan terhadap pasukan keamanan Mesir di Semenanjung Sinai yang meningkat pada tahun 2013, Mesir menutup perbatasan untuk waktu yang lama. Tidak hanya itu, salahs seorang pejabat Mesir menyalahkan militan Palestina dari Gaza terkait penyerangan tersebut sehingga menyebabkan perbatasan Gaza-Mesir ditutup.

Di sisi lain, kelompok Islam Hamas menguasai Gaza. Akan tetapi, mereka tidak menguasai ‘titik-titik’ terpenting seperti jalur penyeberangan Rafah ke Mesir atau pun Erez ke Israel. Situas ini menjadikan warga Palestina seperti ‘burung dalam sangkar.’ Mereka tidak bisa kemana-mana.

Gejolak di Gaza terus terjadi. Yang terbaru, pasukan Israel menembak mati lima puluh lebih warga Palestina di Gaza pada Senin (14/5). Warga Palestina melakukan aksi protes besar-besaran karena pada hari itu Amerika Serikat meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem. (Red: Muchlishon)